BEJAT: Santri di Bulukumba Ngaku Dicabuli Ustadz, Tusuk Pake Jari – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

BEJAT: Santri di Bulukumba Ngaku Dicabuli Ustadz, Tusuk Pake Jari

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Sungguh bejat apa yang dilakukan oleh Oknum Guru Agama yang bernisial SM ini, Para Santri bukannya dididik dan dilindungi, Justru dijadikan sebagai pelampiasan nafsunya. 

Persitriwa  ini terjadi di Panti Asuhan Yayasan Al Jariyah, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Korban masing-masing adalah TZ (11) dan WS (9), Bahkan perbuatan tersebut telah dilakukan pelaku secara berulang-ulang

Informasi yang dihimpun pojoksulsel.com,(Group Fajar),  Senin (9/5/2016) malam, TZ yang bersekolah di SDN 230 Palambarae dan menimbah ilmu agama di Yayasan Al Jariyah, telah 4 kali dicabuli oleh guru mengaji SM.

“Sudah empat kali dikasih begitu (berhubungan badan) dengan Ustad SM, dipaksa dan dipukuli kalau tidak menuruti dan saya akan ditempeleng jika bicara sama orang lain” ucap TZ sambil terisak kepada pojoksulsel.com.

TZ menceritakan, dirinya dipaksa berhubungan badan dengan guru mengajinya sebanyak dua kali di dalam rumahnya yang berada di sekitar panti, dan dua kali di belakang panti di tempat pembakaran batu bata.

“Sabtu pagi saya tidak bisa lagi menahan sakitnya, (menunjuk kemaluannya). Ada guru lain yang melihat dan saya panggil ke kantor dan ditanya saya sakit apa?” ujar TZ yang mulanya takut menceritakan perbuatan SM terhadapnya.

Sementara WS hanya dipegang kemaluannya sebanyak 3 kali dengan cara jari telunjuk SM masuk ke dalam alat kelaminnya.

Aksi bejat SM tersebut dilakukan di musallah yayasan pada saat santri yang lain belum datang.

“Sudah 3 kali saya dikasih begitu. Ditusuk pakai jari Ustad SM, sebelum mengaji kalau belum ada datang teman-teman yang datang,” ujar WS lugu.

Keluarga TZ pun meminta agar pelaku dapat diberikan hukuman yang seberat-beratnya dan tidak lagi menetap di sana.

“Kami minta pelalu SM segera dicari dan ditangkap, beri hukuman yang seberat-beratnya dan jangan lagi menetap di sini, kami tidak mau masa depan anak anak kami dirusak oleh pelaku yang kami kenal sekian lama sebagai ustad dan guru mengaji, namun bejat,” ujar Fikar, salah seorang kerabat TZ.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba Bripka Azriaty mengaku, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur oleh guru mengajinya tersebut sementara dalam proses penyelidikan.

“Kita sementara melakukan penyelidikan dan pengumpulan data data terkait pelaku, SM yang kini dalam pencarian polisi, Insya Allah proses hukum akan berjalan dan memberikan ganjaran hukuman terhadap pelaku,” pungkasnya. (pjks/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top