Munaslub Golkar, Airlangga Dianggap “Kuda Hitam” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Munaslub Golkar, Airlangga Dianggap “Kuda Hitam”

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peneliti Senior Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS) J Kristiadi memperkirakan, bakal muncul ‘kuda hitam’ di tengah pertarungan sengit kandidat calon ketua umum Golkar Ade Komaruddin dan Setya Novanto. Bahkan kandidat yang disebut sebagai kuda hitam tersebut, diyakini mampu diterima semua kalangan, termasuk pemerintah.

“Saya kira akan muncul kuda hitam yang sangat kuat, namanya Airlangga Hartarto. Kader Golkar yang satu ini saya kira paling nyaman di hati Jokowi dan kader Golkar,” ujar Kristiadi, Rabu (11/5).

Menurut Kristiadi, ada beberapa hal yang mendasari mengapa menilai pemerintah dan para kader nyaman dengan Airlangga. Antara lain, tidak memiliki masalah apa pun termasuk masalah hukum. Selain itu, pemikiran-pemikirannya juga sangat brilian, dan santun dalam berpolitik.

“Kita semua tahu ada pertarungan antara dua kandidat yang sangat keras. Yakni Akom (Ade Komaruddin,red) dan SN (Setya Novanto, red). Maka akan keluar unsur patron yang baru menjadi pemenang dalam Munaslub, yakni Airlangga Hartanto,” ujarnya.

Pertarungan kedua kubu itu, kata Kristiadi, akan menimbulkan gesekan hebat. Sehingga kader tidak nyaman dan akhirnya memilih calon lain yang lebih baik dan diterima oleh kader dari dua kubu tersebut.

“Ketika keduanya sedang bertarung, masing-masing memiliki pasukan dan jaringan. Pertarungan itu akan membuat jenuh lapisan bawah dan beralih kepada orang yang diterima semua pihak dan menjadi pemersatu di antara mereka,” ujarnya.

Belum lagi, kata Kristiadi, negara atau pemerintahan Jokowi merasa berkepentingan akan keberadaan Golkar.

“Negara atau pemerintah sekarang ini berkepentingan agar semua agenda pemerintah berjalan dengan lancar dan Airlangga bisa jadi jawaban bagi pemerintah,” ujar Kristiadi.

Terpisah, pengamat politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara mengatakan figur caketum Partai Golkar yang dianggap punya integritas di mata publik dengan mempertimbangkan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT) adalah sosok Airlangga Hartarto, disusul Ade Komarudin, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Sjamsudin dan Setya Novanto.

“Kenapa saya katakan Airlangga yang layak jadi ketua umum Golkar, karena Airlangga adalah calon yang paling tidak tercela. Saya tidak pernah mendengar kesalahannya,” kata Igor Dirgantara.

Menurut Igor, berdasarkan telepolling yang dilakukan beberapa hari lalu, sosok Airlangga Hartarto sangat berpeluang menjadi ketum baru Partai Golkar. Ia beralasan Partai Golkar  butuh ketua umum yang bersih, punya gagasan baru membangun partai dengan rekam jejak tidak tercela.

Sebagai kader Golkar, Airlangga dinilai loyal, santun dan tidak punya masalah hukum, termasuk tidak pernah dipanggil KPK. Selama menjabat anggota DPR tiga periode, publik tidak pernah mendengar berita negatif tentang Airlangga dari aspek apa pun. Sebagai pejabat publik, Airlangga juga rutin melaporkan harta kekayaan kepada yang berwenang.

Airlangga adalah caketum Partai Golkar berusia muda, sederhana, punya visi dan misi. Ia juga berani menolak politik uang dan mahar politik.

Sebagai salah satu penggagas good governance, Airlangga punya kompetensi menularkan antipolitik transaksional ke dalam tubuh Golkar.

“Itu sebab Airlangga berani melontarkan ide perwujudan desentralisasi wewenang kepada DPD 1 dan DPD 2 untuk Partai Golkar,” kata Igor.

Selain Igor, tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tandjung juga mengatakan Airlangga merupakan calon yang paling layak menjadi ketua umum Partai Golkar saat ini. Karena, Airlangga telah memenuhi syarat PDLT.

Akbar melihat Airlangga telah menyampaikan visi misi untuk partai dengan agenda ke depan, terutama konsolidasi, pusat dan daerah. Juga memperhatikan kader dan organisasi, yang mendirikan, kino pendiri Golkar, organisasi sayap dan lain-lain.

“Tapi yang paling penting bagi saya, dia menyatakan kesiapannya mencurahkan waktu untuk partai dan meninggalkan jabatan lain. Karena untuk mengurus partai harus fokus, tidak boleh memegang jabatan lain,” kata Akbar.

Menurut Akbar, selain komitmennya yang tinggi kepada partai, Airlangga juga memiliki komitmen yang kuat untuk memperhatian kehidupan bangsa. Karena itu dia juga meminta kader Golkar agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia dengan terbukanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), karena ini peluang baru.

Akbar menilai Airlangga banyak menguasai berbagai persoalan, baik internal partai maupun persoalan bangsa. Dia menguasai  kelembagaan partai,  fungsi dan pendidikan politik untuk kepentingn rakyat dan kebijakan nasional. Dan, kata Akbar, Airlangga juga mendukung cita cita partai yang sejalan dengan program pemerintah.

“Jadi, menurut saya, Airlangga ini satu calon yang memiliki visi bagus dan jelas. Organisasi bagus, pendidikannya juga bagus, S1 di UGM, S2 di AS dan Ausralia. Dari segi itu, dia layak jadi ketua umum Golkar, karena pesannya lebih nampak. Keinginan membangun partainya begitu tinggi,” kata Akbar. (gir/fri/jpnn)

To Top