Dari Ruangan Bupati, BNN Temukan Narkoba. Tapi Kok..? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dari Ruangan Bupati, BNN Temukan Narkoba. Tapi Kok..?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membidik kepala daerah. Setelah meringkus Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wajir Nofiadi pada 13 Maret lalu, tim antinarkoba kembali menemukan barang terlarang itu di ruangan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud. Berita ini bikin ramai linimasa. Netizen minta aparat menghukum berat kepala daerah yang terbukti menggunakan narkoba.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, penggeledahan yang berlangsung Selasa (10/5), dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut sang bupati kerap memakai narkoba. “Dari informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan sejumlah penggeledahan,” ujar Arman di Gedung BNN, kemarin.

Di ruangan Dirwan, penyidik menemukan barang bukti berupa ekstasi dan sabu. Barang bukti itu langsung diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa di laboratorium BNN Pusat. Rinciannya, barang bukti berupa serbuk putih, 2 butir tablet warna merah dan 2 tablet warna biru. Barang bukti jenis serbuk ditemukan di dalam selipan sofa. Kemudian, 2 tablet warna merah ditemukan di lantai serta 2 tablet warna biru ditemukan di tumpukan air mineral di atas lemari pendingin.

Usai penggeledahan, Dirwan langsung digarap tim BNNP Bengkulu di ruangannya. Selain diperiksa, Dirwan juga menjalani tes urine. Kemarin sore, hasil tes sudah keluar, dia negatif menggunakan narkoba. “Hasilnya negatif,” ujar Kasubag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi. Meski begitu, BNNP tetap akan memeriksa yang bersangkutan terkait temuan ekstasi dan sabu di ruangannya. Dirwan sendiri, menurut Slamet, sudah berjanji akan kooperatif menjalani pemeriksaan.

Menanggapi ini, komentar para pembaca di link-link berita terkait beragam. Misalnya, @kaswanto.kediri. “Nah. Benar kan hasil tes negatif. Udah bisa ditebak sebelumnya. Kalo udah menyangkut pejabat, BNN tak mampu berbuat banyak. Payah,” tulisnya, diamini @joan_rajendriya. “Cepet amat keluarnya hasil tes. Yang DPRD aja seminggu baru keluar itupun gak dipublikasikan.” Sementara, @omdoankz meminta BNN menelusuri dengan serius, bagaimana bisa ada narkoba ditemukan. “Urine sapi yang dites, pasti negatiflah. Negara super aneh, ketangkap bukti sabu tapi hasil urine bisa negatif,” komentarnya.

Ada juga yang meminta BNN mengetes kembali secara teliti. Misalnya, tes rambut yang dipercaya sangat akurat ketimbang tes urine. “Sebab sekarang ada triknya bro kalau habis pake biar kalau dites urine negatif,” tulis @harakiri212, disamber @hasanbdr. “Test rambut donk.” Sedangkan @fufuad yakin tes urine tidak bisa dibohongi. “Siapa tau ini fitnah oleh pihak yang menjatuhkan beliau apa lagi dia pernah kena kasus serupa. Gampang buat menggiring opini publik buat benci dia,” tulisnya.

Di Twitter, berita itu juga menjadi perbincangan. Akun @TolakBigotRI heran dan kaget. “Kena lagi Bupati yang terjerat Narkoba?” cuitnya, disambut @ardanrama71. “Parah!!!”. Akun @byebyeko berkicau, jika benar, pemimpin model seperti ini yang bikin rakyat menderita. “Jeblosin ke penjara pak polisi yang lama,” cuitnya. Meski begitu, ada juga yang meminta BNN merehab nama bupati jika tak terbukti. “Jika memang tak terbukti bersalah, BNN wajib rehabilitir nama baik beliau,” saran @steguh.

Dirwan Mahmud sendiri merasa difitnah. Apalagi hasil tes urine BNN negatif. “Ini sungguh kejadian sangat luar biasa. Saya ini benar-benar difitnah oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Alhamdulillah, hasil tes urine saya negatif,” kata Dirwan. Dia mengaku sama sekali tidak tahu di ruangan tamunya ditemukan narkoba. Sebab itu, dia meminta BNNP Bengkulu menyelidiki barang bukti itu milik siapa.

Kepala BNNP Bengkulu Kombes Budiharso menepis isu ada yang menjebak Dirwan. “Kami tidak menjebak. Satu per satu digeledah. Setelah itu, giliran tim BNNP menggeledah staf yang ada. Semua bersih,” ujarnya. (rmol)

loading...
Click to comment
To Top