Dirjen Migas: Pembangunan Terminal Gas di Selayar Sudah Mendesak  – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Dirjen Migas: Pembangunan Terminal Gas di Selayar Sudah Mendesak 

I-Gusti-Nyoman-Wiratmaja

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Upaya pemerintah memenuhi kebutuhan energi nasional, terus berjalan. Sederet rencana sudah dibuat, termasuk pembangunan sejumlah terminal gas yang nantinya akan menjadi hub dalam jalur distribusi energi nasional. Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai pusat distribusi gas dalam negeri adalah Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I Gusti Nyoman Wiratmaja, dengan potensi sumber daya alam yang ada, dan luas wilayah Indonesia, dibutuhkan minimal lima terminal gas dengan kapasitas besar.

“Yang ada sekarang baru di Banten, Bali, dan Lampung. Jelas tidak memadai, apalagi sebagian kapasitasnya masih kecil. Kita butuh minimal lima terminal gas dengan kapasitas besar agar jalur distribusi lebih lancar. Untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan sebagian Nusa Tenggara, rencana besar kami ada di Selayar. Posisinya strategis, tepat di tengah jadi aksesnya mudah kemana-mana,” jelas Wiratmaja, Rabu, 11 Mei.

Diakui Wiratmaja, pembangunan terminal gas sebagai salah satu infrastrutur gas nasional, sudah mendesak. Kebutuhan energi dalam negeri terus meningkat. Makanya, diharapkan dalam waktu sepuluh tahun kedepan infrastruktur gas ini sudah tersedia. Saat ini semua potensi sudah dipaparkan, tinggal menunggu investor masuk untuk segera memulai pembangunan.

“Produksi gas alam kita melimpah. Jika tak ada terminal gas dengan kapasitas memadai, terpaksa harus diekspor. Padahal, di dalam negeri kebutuhan juga sangat tinggi,” ungkapnya.

Terkait terminal gas di Kepulauan Selayar, menurut Wiratmaja, masih menunggu hasil kajian. Apakah akan dibangun kapasitas besar di tengah laut, atau seperti di Bali dengan kapasitas kecil karena pembangunannya di darat.

“Tapi saya lebih memilih terminal gas dengan kapasitas besar. Suplainya dari Tangguh di Bontang dan Papua. Jika Blok Masela sudah berproduksi, akan lebih baik lagi karena daya tampungnya lebih besar. Kebutuhan di Indonesia Timur sudah bisa kita penuhi,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Selayar sendiri sudah menyiapkan lahan 2.000 hektar untuk pembangunan terminal energi. Jika nantinya hasil kajian Kementerian ESDM memutuskan pembangunan di laut, kabupaten di ujung Selatan pulau Sulawesi ini juga sudah menyiapkan semua kebutuhan.

“Investor tinggal membangun, kami akan memberikan dukungan penuh,” sebut Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali.(*) 

loading...
Click to comment
To Top