Menteri Yuddy Kunjungi Korban Pemerkosaan di RSUD Bitung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Menteri Yuddy Kunjungi Korban Pemerkosaan di RSUD Bitung

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi di hadapan para pimpinan pemkot Surabaya di balai kota setelah upacara peringatan Hari Jadi Ke-70 Provinsi Jawa Timur kemarin

FAJAR.CO.ID, MANADO – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menyempatkan diri mengunjungi Y, korban kejahatan seksual yang tengah dirawat di RSUD Bitung.

Yuddy mengaku prihatin dengan banyaknya kejadian yang menimpa anak-anak di bawah umur. ‎Saat tiba, Yuddy menemui ibu korban Veybi Boyoh yang langsung menceritakan kronologi kejadian.

Dia mengatakan, anaknya keluar dari rumah selama 15 hari dan baru ditemukan di Polsek Maesa dalam keadaan sudah lusuh. Saat itu, kondisi alat kelamin V rusak dan bengkak. Kondisi kejiwaannya sangat labil sehingga setiap malam selalu berteriak histeris.

“Setiap malam selalu teriak-teriak. Dia bilang kalau saat kejadian dia dikasih minum Coca Cola yang sudah dicampur minuman keras, kemudian dia dibius pakai tisu,” ujar Veybi.

Veybi mengatakan, saat ditemukan kondisi anaknya sudah sangat lusuh. V memakai baju yang diberikan orang lain karena saat ditemukan orang keadaannya sangat jorok sehingga dimandikan.

Dalam kesempatan itu, Veybi meminta agar pemerintah memberikan perlindungan kepada anaknya dan keluarganya. Karena saat ini banyak pesan singkat (SMS) yang berasal dari nomor asing dan telEpon asing. “Saya diteror, banyak nomor-nomor asing yang SMS saya,” katanya.

Di sisi lain, Yuddy berpesan dalam meminta keterangan terhadap korban harus dilakukan polisi wanita. Tidak boleh ada pemaksaan untuk pemeriksaan. Selain itu tidak boleh menggunakan seragam kepolisian agar korban tidak tertekan.

Yuddy meminta keluarga korban untuk tetap bersabar karena kepolisian akan mengejar pelaku yang sebenarnya.

“Yang menyakiti akan mendapat hukuman yang setimpal. Yang membawa, menyekap, semua yang terlibat dalam kejahatan dan kekerasan ini akan kena. Polisi yang rekayasa laporan juga akan kena,” tandasnya. (esy/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top