Walah, Ternyata Pejabat Maluku Ini Sering Palak Pengusaha – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Walah, Ternyata Pejabat Maluku Ini Sering Palak Pengusaha

Direktur PT Windu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur PT Windu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir mengakui beberapa kali memberikan uang kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku, Amran HI Mustary. 

Dari beberapa kali pemberian, Khoir diketahui pernah dua kali dimintai uang Tunjangan Hari Raya (THR) oleh Amran. Khoir pertama kali memberikan uang THR kepada Amran setelah pertemuan pertama di Mal Atrium Senen pada 12 Juli 2015. 

Saat itu, Khoir diperkenalkan oleh seseorang bernama Herry kepada Amran dan mantan Anggota DPRD Maluku Utara Imran S Djumadil. Menurut dia, dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh rekan pengusahanya John Alfred itu, Amran langsung mengutarakan kepadanya soal keperluan dana.

“Enggak sampai setengah jam. Dia memerlukan dana untuk penyelesaian dana suksesi dia selaku kepala balai,” kata Khoir dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/5).

Terkait nilai uang yang harus diberikan, Amran meminta Khoir untuk membicarakannya kepada Herry. Hal itu lantas disampaikan Herry setelah pertemuan selesai. “Setengah jam kemudian Pak Herry baru sampaikan ke kami buat suksesi dan THR pimpinannya Pak Amran Rp 8 miliar,” ungkapnya.

Khoir menuturkan, dia dan Alfred bersedia memenuhi permintaan Amran sebagai wujud perkenalannya agar sebagai pengusaha konstruksi, dirinya tidak dipersulit dalam melakukan pekerjaan di Maluku. 

Sebab, Amran baru saja dilantik sebagai kepala BPJN IX di wilayah tersebut. Tak hanya itu, Amran juga ‘memalak’ Khoir untuk menyediakan dana Tunjangan Hari Raya (THR) Natal. Khoir pun mengungkapnya saat Hakim Casmaya bertanya soal uang-uang lain yang diberikan Khoir untuk Amran.

“Amran ada lagi tanggal 21 Desember Rp 2 miliar untuk THR Natal,” kata dia. 

Seperti diketahui, Abdul Khoir didakwa menyuap Kepala BPJN IX Maluku Amran HI Mustary dan empat anggota komisi V DPR yaitu Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, dan Musa Zainuddin.

Total uang suap yang diberikan Abdul sebesar Rp21,38 miliar, SGD1,67 juta, dan USD72,7 ribu. 

Suap diberikan oleh Abdul bersama-sama dengan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng dan Direktur PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Arta John Alfred.

Uang itu diberikan agar Amran dan empat anggota komisi V DPR itu mengupayakan program aspirasinya untuk disalurkan ke proyek pekerjaan jalan di Maluku dan Maluku Utara. Serta, mengupayakan PT WTU sebagai penggarap proyek tersebut. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top