KISAH! Pemerkosa Itu Disiksa, Hingga Anunya Digosok Balsem – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

KISAH! Pemerkosa Itu Disiksa, Hingga Anunya Digosok Balsem

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Tersangka Pemerkosaan memang tak menyenangkan jika telah hidup dalam jeruji besi. Tidur beralaskan koran, gigitan seranggah, Bahkan penyiksaan kerap datang dari para “senior” Tahanan.

SY (31) hanya bisa tertunduk lesuh, dia tak begitu bersemangat. Baju tahanannya lusuh, warna birunya hampir pudar, langkah kakinya pelan.

Alisnya mengkerut, dia kemudian duduk persis di depan wartawan, yang hanya dipisahkan pembatas tembok yang disekat-sekat dengan besi. Dia masih menatap heran. Maklum, dia tak kenal.

Waktu menunjukan pukul 08.00 WIB, mentari belum terik udara masih segar. Kicauan burung masih terdengar sayup-sayup. Setelah perkenalan singkat, napi dengan kasus pemerkosaan itu masih tak berani bicara ketika ditemui di Lapas Klas IIA Pondok Rajeg Cibinong, Kamis (12/05/2016).

“Saya malu mas. Tapi saya hanya bisa cerita sedikit,” ucapnya.

SY sudah lima tahun tinggal sementara di Lapas Pondok Rajeg. Dia kesandung kasus asusila. Sayangnya dia tidak mau terbuka tentang kasusnya. Intinya kasus pemerkosaan.

Dia mengaku awal hidup di penjara bak di neraka. Dia harus mendapat siksaan bertubi-tubi dari napi lain. Perlakuan itu dia alami ketika masih di tahanan Polres Bogor.

Warga Desa Sukahati Bogor itu, langsung dihajar beramai-ramai oleh napi lain ketika mengetahui dia melakukan kejahatan pemerkosaan. Itu baru awal, setelah kasusnya diputus pengadilan dan dilimpahkan ke lapas siksaan sesungguhnya dia rasakan.

Dia masih ingat disuruh menjilat jamban di hari pertama. Keesokannya dia diminta jagoan di dalam tahanan untuk membeli balsem. Karena takut dipukuli, SY meminta pada kakaknya untuk membawakan balsem ketika menjenguknya.

“Saya diberi telepon genggam untuk menghubungi kakak saya untuk membeli (minyak,red), besoknya dia datang, ” akunya.

Tak disangkanya, balsem yang diberi kakaknya digunakan untuk menyiksa dirinya sendiri. Kemaluannya digosoki balsem. Dia tidak bisa melawan karena dibekap tiga tahanan lain.

“Barang saya di ikat pakai tali plastik. Kemudian digosok pakai balsem,” kenangnya.

Perlakuan yang dia terima juga pernah dialami napi lain dengan kasus serupa. Kebetulan napi itu memperkosa anak-anak. Setiba di sel dia dipukul habis-habisan. Kemaluannya digantungi batu dan disuruh berlari-lari dalam sel. Dia juga disuruh tidur dalam WC.

“Lebih parah mas, kalau kasusnya yang menimpa anak-anak,” bebernya.

Dia mengaku sampai saat ini masih mendapat intimidasi dari napi lain. Namun tidak seekstrem ketika awal masuk di lapas. Jika SY mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari napi lain.

FF (14) remaja asal Kota Depok, justru mendapat perlakuan berbeda. Meski dia sudah meramai-ramai bersama empat temannya memperkosa seorang siswi SMP, dia mengaku tidak pernah dipukuli ataupun disiksa napi lain.

“Tidak pernah dipukuli mas. Baik itu ketika di tahanan polres maupun lapas,” jawabnya polos.

FF ditangkap pada bulan November 2015 lalu. Dia nekat menggagahi seorang siswi SMP yang dikenalnya. Tindakan nekatnya itu dilakukan bersama empat teman-temannya yang lebih dewasa darinya. Dua diantaranya berada di SMA dan dua lainnya berstatus mahasiswa.

“Habis main game online, iseng-iseng buka porno. Jadi kepengen ´begituan´,” bebernya.

 Menurut dia tindakan yang dia lakukan atas dasar suka sama suka.

“Padahal kami tidak perkosa. Memang dia (korban,red) mau,” tukasnya.

Kasi Binadik Lapas Pondok Rajeg Cibinong, Muhammad Maulana menuturkan, tindakan kekerasan pada napi bagi pemerkosa bukanlah keharusan dalam lapas melainkan sikap spontanitas.

“Ada saja memang (kekerasan,red). Tapi itu bukan budaya, mungkin ada napi yang anaknya atau istrinya alami itu jadi kebawa kesal,” katanya.

Meski demikian, kata Maulana, pihaknya tetap maksimal menjaga keamanan para napi yang tersandung kasus seksual. Meskipun, ia mengakui masih banyak kelemahan dalam pengawasan.

“Tidak setiap detik dan sudut lapas kami monitor. Jadi kekerasan itu bisa saja terjadi. Terpenting kami maksimal memberikan perlindungan,” tegasnya. (pjk1/fajar)

To Top