NGERI! Dicekik Pakai Kawat, Perut Ditusuk-tusuk, Lalu Dikubur Hidup-hidup – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

NGERI! Dicekik Pakai Kawat, Perut Ditusuk-tusuk, Lalu Dikubur Hidup-hidup

korban kubur hidup-hidup

FAJAR.CO.ID, CIREBON – Polisi telah menangkap beberapa pelaku pembunuhan perempuan 35 tahun dengan cara dikubur hidup-hidup. Polisi menemukan petunjuk bercak darah dan sandal perempuan sebelum menangkap pelaku.

Dilansir Radar Cirebon (Fajar Group), 4 pelaku penguburan korban yang sudah ditangkap antaranya FM, FI, FD, dan WA. Keempatnya warga Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Tidak lama kemudian polisi juga mengamankan Sigit, terduga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Polisi menangkap tersangka di Perumahan Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Kamis (12/5) pukul 06.30 WIB.

Proses penangkapan Sigit berlangsung cepat. Sekitar setengah jam sebelum penangkapan, dua pria mengendarai sepeda motor datang ke sekuriti perumahan. Memperkenalkan sebagai polisi memberitahu akan ada penggerebekan pada salah satu penghuni rumah.

“Setelah dua orang itu, kemudian datang dua mobil yang langsung masuk menutup jalan. Kejadiannya cepat, langsung ketuk pintu rumah dan langsung digerebek,” ujar Nasuha, salah satu sekuriti perumahan, Kamis (12/5).

Rumah yang digerebek itu diketahui milik Ck, pengusaha yang sering berada di luar kota. Saat di luar kota, rumah Ck dihuni rekannya, Ag. Target polisi bukan Ag, tapi pengendara mobil Avanza hitam nopol B 905 SZJ yang masuk perumahan itu sekitar pukul 04.15 WIB.

“Saat subuh, datang dua orang namanya Sigit dan Opik. Mereka mau ke Pak Ag. Karena sering saya lihat dan tahu, makanya saya bolehkan masuk,” kata Nasuha.

Yusup, sekuriti lainnya, mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan polisi setelah sebelumnya ada percobaan pembunuhan di Lemahabang. “Kata polisi, ada perempuan yang dicekik dengan kawat dan perutnya ditusuk-tusuk dan mau dikubur hidup-hidup,” tutur Yusup.

Informasi yang didapat, awalnya Sigit, pengendara Avanza, menolak tuduhan polisi. Dia tidak mengakui terlibat dalam perencanaan pembunuhan tersebut.

Namun, saat polisi membuka mobil yang dibawanya, Sigit tak berkutik. Polisi menemukan ceceran darah di kursi belakang, pakaian, dan sandal wanita serta kawat yang dipakai untuk mencekik leher korban.

Sementara Ag yang sehari-hari mendiami rumah Ck mengaku, belum diperkenankan polisi untuk menceritakan kejadian itu. Ag memastikan bersama beberapa rekannya tidak terlibat dalam percobaan pembunuhan itu. (dri/yuz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top