Polisi Lelet, Kasus Pencabulan di Bulukumba tak Diproses – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Polisi Lelet, Kasus Pencabulan di Bulukumba tak Diproses

Ilustrasi-Cabul

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Polisi Dinilai lambat dalam menangani kasus Pencabulan oleh salah satu Oknum Guru mengaji terhadap anak didiknya di Bulukumba, Sulawesi Slatan (sulsel).

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum Lidik Sulsel, Muh Darwis. Dia pun mempertanyakan kinerja polisi dalam penanganan kasus guru mengaji yang memperkosa santrinya yang masih di bawah umur.

Pasalnya, guru mengaji, SM (41), pelaku pemerkosa dan pelecehan seksual terhadap 2 santrinya, TZ (11) dan WS (9), murid mengajinya di Yayasan Al Jariyah Taccorong Bulukumba, belum ditangkap polisi.

“Kami meminta Polisi untuk serius menangkap pelaku guru mengaji ustadz SM terduga pencabulan terhadap muridnya di Yayasan Al Jariyah, kasusnya apalagi sudah di tangani polisi. Akan tetapi pelaku tidak kunjung ditangkap,” tegas Darwis kepada pojokSulsel. com, Jumat (13/5/2016).

Darwis bersama aktivis PMII Bulukumba juga menyoroti penanganan kasus pemerkosaan dan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh Samaling (56) seorang tukang becak di Bulukumba pada Februari 2016 lalu, namun hingga saat ini berkas pelaku ditolak oleh Kejaksaan Negeri Bulukumba karena dinilai tidak cukup bukti.

Pada Selasa (10/5/2016), PMII Bulukumba mempertanyakan kelanjutan kasus pencabulan bocah ZY ke unit PPA Polres Bulukumba, namun mahasiswa tidak mendatangkan jawaban,malah salah seorang aktivis kena tonjok salah seorang oknum anggota polisi.

Jangan sampai masyarakat tidak percaya lagi dengan kinerja kepolisian. Pelaku SM masih berkeliaran sementara korban mengalami trauma pasca pemerkosaan terhadap dirinya, adik- adik PMII yang mendatangi Mapolres bukannya diberi penjelasan malah di tonjok oleh polisi. Kami harap Kapolres (AKBP Selamat Rianto) mengusut anggotanya yang melakukan pemukulan,” ujar Darwis.

Sebagaimana di beritakan sebelumnya, SM diduga perkosa  TZ sebanyak 4 kali dan melakukan pelecehan seks kepada WS sebanyak 3 kali di dalam musala yayasan. Guru mengaji SM yang telah dilaporkan kepada Kepala Desa Taccorong dan Polres Bulukumba, kemudian melarikan diri.

Di Polres Bulukumba saat ini terdapat dua kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, pada Sabtu (7/5/2016)  seorang guru mengaji di Yayasan Al Jariyah melakukan pencabulan dan pelecehan seks terhadap dua muridnya,TZ (11) dan WS (9), namun hingga hari ini pelaku SM masih berkeliaran dan belum ditangkap.

Sementara Samaling, pelaku pencabulan anak pada bulan Februari lalu belum diproses oleh pihak Kejaksaan Negari Bulukumba. (pjks/fajar)

loading...
Click to comment
To Top