Pengelolaan Dana Desa Tidak Transparan, Pembangunan Kurang Maksimal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Pengelolaan Dana Desa Tidak Transparan, Pembangunan Kurang Maksimal

FAJAR.CO.ID, MINAHASA UTARA – Pengelolaan dana desa (DD) yang tidak transparan masih jamak ditemukan di sejumlah daerah. Hal itu mengakibatkan pembangunan infrastruktur desa kurang maksimal. Sebab, tidak ada keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan implementasi DD.

Minimnya peran serta masyarakat tersebut kerap dijumpai di daerah pelosok. Di pesisir Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), misalnya.

Tim Satgas Dana Desa yang dipimpin Kacung Marijan mendapati keluhan saat berkunjung ke sejumlah desa di daerah itu. “Pembangunan drainase dan gorong-gorong di sana (Minahasa Utara, Red) kurang maksimal,” ujarnya kemarin (14/5).

Masyarakat di Minahasa, ungkap Kacung, menilai sikap pimpinan desa kurang terbuka dan menolak pendampingan yang diberikan pendamping desa. Penyusunan rencana penggunaan DD justru lebih banyak melibatkan sekelompok kecil masyarakat.

“Polemik seperti itu harus dihindari. Transparansi mesti menjadi prinsip utama,” tuturnya.

Satgas di bawah naungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tersebut juga mendapat informasi bahwa minimnya keterbukaan itu tidak jarang membuat laporan pertanggungjawaban (LPj) DD tahap II 2015 terbengkalai. (tyo/c9/kim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top