Seperti Ini Kronologis Tewasnya Dua Bersaudara di Lokasi Galian Tambang Takalar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Seperti Ini Kronologis Tewasnya Dua Bersaudara di Lokasi Galian Tambang Takalar

FAJAR.CO.ID, GOWA – Orang tua, Tri Ayu Lestari (12) dan Nur Ikbal (7) tak menyangka anaknya tewas setelah terjebur ke galian tambang pasir (tipe C) di Kampung Kalukuang, Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (14/5/2016).

Bocah kakak beradik ini ditemukan tewas, merupakan warga Kampung Giring-giring, Kelurahan Kalase’rena, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Lokasi kejadian berada sekira 300 meter sebelah Utara dari Rumah korban. Untuk menempuh lokasi tersebut masyarakat harus menyeberangi sungai Giring-giring kemudian harus menempuh lagi dengan jalan kaki sekira 300 meter ke lokasi kejadian.

Kedua buah hari dari pasangan Baharuddin Daeng Taba (48) dan Diana Rita (46) ini menuju ke galian tambang pasir sekira pukul 14.00 Wita untuk bermain. Padahal sebelumnya kakak beradik tersebut tidak pernah ke lokasi kejadian itu.

Baharuddin Daeng Taba mengatakan, ia mulai mencari anaknya sekira pukul 15.00 Wita. Sebab kedua anaknya tersebut sudah tidak berada di lokasi rumahnya. “Dimana anaknya Mama Suci (istrinya). Lalu istrimu menjawab, adaji di sekitar Rumah bermain itu,” kata Baharuddin Daeng Taba, Sabtu (14/5/2016) malam tadi.

Tidak lama berselang, seorang warga bernama Lassa datang memberitahukan kalau Ikbal anak keempat Baharuddin Daeng Taba tenggelam di galian tambang pasir. Mengetahui anaknya tenggelam, Baharuddin langsung menuju ke lokasi kejadian. Ia kemudian dibantu warga untuk menyelam mencari kedua korban. “Satu jam baru ditemukan ini anak ku dua orang,” kata dia.

Baharuddin tidak pernah berharap kalau anaknya tersebut harus meregang nyawa di tambang pasir tersebut.

Ibu kedua korban yang bernama Diana Rita tak kuasa menahan air matanya melihat jenazah kedua anaknya tersebut. Diana hanya bisa menangis di pusaran kedua buah hatinya tersebut.

Sementara itu, Roslina yang merupakan Tante kedua korban mengatakan bahwa kedalaman galian pasir tersebut mencapai 10 meter. “Kira kira 10 meter kedalamnya,” kata Roslina.

Roslina menyebutkan, Ikbal ditemukan sudah tidak bernyawa. Sementara Tri Ayu Lestari masih sempat dilarikan ke Puskesmas Palleko sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Nur Ikbal sendiri masih duduk di kelas 2 SD Negeri Balaburu sementara sang kakak Tri Ayu Lestari sudah kelas VI dan sebentar lagi akan mengikuti ujian Nasional. (muh fadly/pojoksulsel)

Click to comment
To Top