Sudah 1.868 Rumah Sakit Gabung BPJS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Sudah 1.868 Rumah Sakit Gabung BPJS

BPJS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masih banyak rumah sakit (RS) yang belum bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Mereka diberi waktu hingga 2019 untuk bergabung dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama ini, masih banyak RS swasta yang ragu untuk bergabung. Sebab, masih banyak dokter di RS yang enggan untuk dibayar dalam sistem paket. Mereka lebih suka dibayar sesuai tarif yang ditentukan berdasar pekerjaan. Sedangkan yang diterapkan BPJS Kesehatan adalah sistem paket.

Direktur Hukum, Informasi, dan Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengatakan, BPJS Kesehatan selama ini tidak bisa memaksa RS swasta untuk bergabung.

Berbeda dengan RS pemerintah yang diharuskan masuk sistem JKN. Salah satu kendalanya memang sistem pembayaran dokter.

“Dokter di rumah sakit swasta maunya buy by the service,” ujar Bayu setelah seminar tentang JKN di Cikini, Jakarta, kemarin (13/5).

Mantan Dirut RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung itu menuturkan, sistem JKN sebenarnya bisa memaksa RS untuk melakukan efisiensi. Misalnya dalam pemilihan jenis obat dan manajemen penyimpanannya agar tidak sampai kedaluwarsa.

Termasuk obat antibiotik, juga bisa dipilih dengan cermat. “Rumah sakit akan lebih selektif. Pemberian obat akan didasarkan pada penelitian yang terbaru,” imbuh dia.

Hingga akhir April lalu, jumlah RS yang bergabung dengan JKN mencapai 1.868. BPJS Kesehatan menargetkan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) itu menjadi 2.068 RS.

Jumlah tersebut memang mencakup RS swasta dan negeri. “Tapi, pada Mei ini komposisinya lebih banyak swastanya daripada yang negeri,” imbuh Bayu.

Untuk memudahkan pendaftaran RS yang mau bergabung, BPJS Kesehatan membuat pendaftaran secara online. Rumah sakit bisa langsung tahu apa saja syarat yang kurang. (jun/c11/agm)

loading...
Click to comment
To Top