Hanya Cubit Siswa, Guru Biologi di Bantaeng Mendekam di Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Hanya Cubit Siswa, Guru Biologi di Bantaeng Mendekam di Penjara

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR,- Nurmayani Salam, seorang Guru di SMPTN  1 Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Dipolisikan oleh orang tua dari anak didiknya. Kini Guru Biologi itu harus merasakan dinginnya dibalik Jeruji besi. Nurmayani Dilaporkan dengan tuduhan penganiayaan terhadap siswa. 

Sebenarnya Kasus ini telah terjadi pada  Agustus 2015 lalu. Kejadiannya berawal ketika Dua siswa saling kejar-kejaran, karena disuruh melaksanakan shalat Dhuha dan kedua siswa ini menolak, sang Guru pun mencubit siswa tersebut. Karena orang tua siswa tidak terima perlakuan Ibu Maya, sapaan Nurmayani Salam, Guru berjilbab ini dilaporkan ke pihak berwajib.  Nurmayani pun Resmi ditahan pada Kamis (12/5/2016). 

Humas Polres Bantaeng menyebut bahwa kasus tersebut tengah ditangani Kejari Bantaeng. “Yang tangani kasus itu adalah Kejari Bantaeng dan mereka yang tahan Nurmayani adalah mereka (Kejari),” kata Humas Polres Bantaeng Iptu Abd Latief, Seperti diberitakan Upeks (Fajar Grup), Minggu (15/5)

Pihaknya juga menyebut bahwa selama ini telah beberapa kali diupayakan damai. Tetapi pihak keluarga siswa sempat menolak untuk damai sehingga dilanjutkan proses hukum.

Kerabat Ibu Guru Maya, Ade mengungkapkan bila pihak keluarga sudah mengajukan permohonan maaf dan damai atas kasus sepele yang terjadi di bulan Agustus 2015 lalu itu. Kamis (12/5/2016) lalu Nurmayani Salam resmi ditahan. “Namun, tidak di respon oleh keluarga siswa,” jelas Ade.

 Ade menuturkan, sejah ditahan, Guru Biologi tersebut mengalami stres berat. Juga penyakit diabetes kering yang dialaminya kambuh. “Ibu alami stres berat kasian, Apalagi menderita diabetes kering dan umurnya juga yang sudah memasuki usia lanjut,” jelas keponankan Numayani.

 Sejumlah pihak menuntut agar kasus yang menimpa Guru Biologi tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Aktivis di Bantaeng mulai merencanakan aksi demo ke Polres Bantaeng dan ke Kejari setempat. “Kita minta agar proses hukum lanjut tetapi guru ini tidak boleh ditahan karena menghambat proses belajar mengajar,” kata salah seorang aktivis setempat Muh Idil. (*/Fajar)

Click to comment
To Top