Ngeri! Ini 10 Fakta Pembunuhan Eno, Wanita yang Tewas dengan Pacul di Alat Vital – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Ngeri! Ini 10 Fakta Pembunuhan Eno, Wanita yang Tewas dengan Pacul di Alat Vital

Eno Parinah

FAJAR.CO.ID, BANTEN – Para terduga pelaku pembunuhan Eno Parina, seorang karyawati PT Polyta Global Mandiri, Serang, Banten, kini telah ditangkap kepolisian, pada Minggu (15/5). Fakta-fakta atas pembunuhan sadis ini pun mulai terkuak setelah pengakuan dari para pelaku.

Satu dari 3 terduga pelaku yang ditangkap polisi berstatus siswa SMP. Pelaku berinisial RA, berusia 15 tahun. Diduga, RA yang menusukkan cangkul ke kelamin Eno Parinah hingga tewas.

Berikut 10 fakta pembunuhan sadis Eno Parinah

Pelaku Pembunuhan Eno Parinah adalah Siswa SMP

Salah satu dari 3 terduga pelaku yang membunuh Eno Parinah berstatus siswa SMP. Inisialnya RA dan baru berusia 15 tahun. RA ditangkap pada Minggu (15/5/2016)

Pelaku Masuk ke Kamar Eno Parinah Tengah Malam

Pelaku berinisial RA (15) masuk ke kamar Eno Parinah di Mess PT Polyta Global Mandiri, Kampung Jatimulya, Desa Jatimulya, Kosambi, Tangerang, pada Kamis tengah malam (12/5/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. RA yang diduga memiliki hubungan khusus dengan Eno Parinah memadu kasih di dalam kamar. Keduanya terlibat ciuman panas.

Eno Parinah Tolak Berhubungan Badan karena Takut Hamil

Setelah ciuman panas, RA tak mampu lagi menahan birahinya. RA lantas mengajak Eno Parinah berhubungan badan. Namun, Eno Parinah menolak karena takut hamil. Kecewa dengan penolakan Eno Parinah, RA keluar dari kamar.

RA Kembali ke Kamar Eno Parinah Bersama Dua Temannya

Tak lama setelah keluar, RA kembali masuk ke kamar Eno Parinah. Kali ini, RA datang bersama dua rekannya. RA lantas memaksa Eno Parinah berhubungan badan.

RA Gigit Payudara Eno Parinah

RA dibantu dua temannya memaksa Eno Parinah berhubungan badan. Namun, korban berontak. Hal itu membuat RA marah. Pelaku kemudian membekap mulut korban dan membuka pakaiannya hingga nyaris tanpa busana. Selanjutnya, RA menggigit payudara korban.

Pelaku Tusuk Kelamin Korban dengan Cangkul

Setelah menyiksa Eno Parinah, RA menyuruh dua temannya mengangkat paha korban, lalau menusukkan gagang cangkul ke dalam kelaminnya. Penyiksaan sadis itu membuat Eno Parinah meregang nyawa.

Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Tanpa Busana

Setelah memastikan Eno Parinah tewas, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi gagang cangkul menancap di kelamin korban. Pintu kamar Eno dikunci dari luar.

Mayat Eno Parinah Ditemukan Teman Satu Mes

Mayat Eno Parinah ditemukan teman satu mesnya pada Jumat (13/5/2016) sekira pukul 08.40 WIB. Penemuan berawal dari kecurigaan teman-teman satu mes Eno Parinah yang melihat pintu kamarnya tergembok.

Rekan korban yakni Fitroh, Eroh, dan Novi, mendatangi kamar mes Eno Parinah. Mendapati kamar mes tergembok dari luar dan tidak adanya kunci duplikat, membuat Fitroh, Eroh, dan Novi berinisiatif untuk membuka kamar korban dengan menggunakan palu.

Eno Parinah Pulang ke Rumah Setiap Minggu

Ibu kandung Eno Parinah, Mahpudoh histeris melihat kondisi anaknya dalam kondisi mengenaskan di rumah sakit. Mahpudoh tak habis pikir orang jahat tega menghabisi nyawa anaknya dengan cara sadis. Padahal, semasa hidup Eno Parinah dikenal pendiam dan baik hati.

“Ya Allah baik banget, pendiam begini, mana ada musuhnya. Kok teganya orang,” ujar Eno yang terus-menerus menangis.

Menurut Mahpudoh, Eno Parinah pulang ke rumahnya setiap minggu di Kampung Bangkir, Kelurahan Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Meski gajinya kecil, Eno selalu membawa makanan, kue, dan permen buat adik-adiknya saat pulang ke rumah.

Polisi Tangkap 3 Terduga Pelaku

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap 3 terduga pelaku pembunuhan Eno Parinah. Satu dari tiga pelaku yang ditangkap berinisial RA (15). Pelaku berstatus siswa SMP.

Para terduga pelaku ditangkap pada Minggu (15/5/2016). Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Pasalnya, keterangan pelaku berubah-ubah.

“Terduga pelaku memberikan keterangan yang tidak konsisten. Awalnya mengaku melakukan sendiri, kemudian berubah melakukan berdua,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo kepada wartawan. (one/pjk1/fajar)

 

loading...
Click to comment
To Top