PERHATIAN! Air Minum Isi Ulang Tak Layak Konsumsi… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

PERHATIAN! Air Minum Isi Ulang Tak Layak Konsumsi…

CEK AIR. Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Walde Taek (kanan) saat memeriksa dokumen perizinan salah satu depot air minum di Kelurahan Nefonaek, Kamis (7/1) lalu.

FAJAR.CO.ID, MANADO – Bagi yang suka mengkonsumsi air minum dari air isi ulang perlu mewaspadai ini. Pasalnya air minum isi ulang itu rawan terkontaminasi, karena mengandung mikroba.

Terjadinya kontaminasi tersebut, disebabkan kebersihan lingkungan. Salah satunya kebersihan depot. Sehingga sangat mempengaruhi higienitas air. Bila aspek ini tidak diperhatikan, maka sangat berisiko terjadinya peningkatan pencemaran mikroba. Masyarakat pun jadi korban.

Tidak hanya itu, sebetulnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak merekomendasikan air isi ulang sebagai air minum, tapi hanya sebagai air bersih.

Kabid  Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Sulut Maria Patabay mengungkapkan, air minum isi ulang (AMIU) tidak direkomendasikan, karena dari segi sanitasi masih banyak yang tidak menjaga kebersihan. “AMIU ini tidak jelas dari mana sumber airnya,” Maria Patabay dilansir Manado Post (Fajar Group), Selasa (17/5).

Dia membeberkan , air yang dijual juga tidak mencantumkan kode produksi dan umur simpan yang jelas. Parahnya lagi, penjual air isi ulang ini dalam penggunaan kemasan hanya mendompleng dari perusahaan air minum yang jelas. “Sehingga nantinya jika terjadi sesuatu susah ditelusuri,”  ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium Yohanna Liuw dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Manado menyebutkan, berdasarkan kajian, memang sebagian besar depot AMIU di Sulut banyak catatan dan dipastikan AMIU tidak layak sebagai air minum.

Hasil kajian itu sudah dilaporkan ke masing-masing kabupaten/kota yang berhak melakukan pengawasan.

Sehingga secara birokrasi sesuai Permenkes 736 tahun 2010, yang berhak melakukan pengawasan depot AMIU, Dinas Kesehatan (Dinkes) kota/kabupaten dan Kantor Kesehatan Pelabuhan sesuai wilayah kerjanya.

“Solusi ke depan diharapkan untuk pengawasan depot AMIU pihak pengawas kabupaten/kota semakin intensif,” ujarnya.

Dalam pengawasan depot AMIU, harusnya setiap bulan dilakukan pengecekan kandungan air. Setiap tiga bulan lakukan cek Mikroorganisme. (ctr-04/tr-08/fir/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top