Astaga! Bidan Ini Ditemukan Tewas di Kamar Mandi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Astaga! Bidan Ini Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

mayat-kamar-jenazah_20150730_112214

FAJAR.CO.ID, PADANG – Seorang bidan bernama Haja Aini Addini, 37, pengelola Klinik Nauval Medika ditemukan tewas terpanggang. Awalnya warga melihat kepulan asap di klinik yang berada di Aurduri Kelurahan Parak Gadang Timur Kecamatan Padang Timur itu, Selasa (17/5), pukul 07.10 pagi. 

Mengira ada kebakaran, warga pun mendatangi klinik tersebut. Sesampai di dalam, Haja Aini Addini ditemukan tergeletak di kamar mandi dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Diduga korban tersengat listrik hingga menyebabkan meninggal dunia.

Personel Polsek Padang Timur memasang police line  agar warga tidak masuk ke lokasi kejadian.

Petugas medis dan polisi mengevakuasi korban menggunakan kantong mayat. Korban mengalami luka bakar di kepala dan badan.  

Mamak Korban, Amril Syah, 50, di lokasi kejadian mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 06.30. ”Dugaan kami ada colokan yang dipegangnya sehingga terjadi konsleting,” ujarnya.

Dia mengaku mendapat kabar dari keponakannya. Sebelumnya korban sempat mengantarkan  kedua anaknya ke sekolah di SD Tan Malaka. Korban memilki dua orang anak, laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, Haja Aini adalah bidan yang dipercaya keluarga mengelola Klinik Noval Medikal. Klinik ini merupakan usaha keluarga. Korban sudah mengelola klinik ini selama 20 tahun. 

Ketua RT 01 RW 05, Elmayeti, 53, mengungkapkan, korban yang akrab disapa Dini ini suka menolong dan ramah sama tetangga. ”Orangnya tidak tertutup, korban selalu memberikan kemudahan kepada pasien yang berobat ke kliniknya,” pungkasnya.

Kapolsek Padang Timur, Febgendri, didampingi Kanit Reskrim Iptu Jaswir ND menuturkan, pihaknya mendapat laporan dari warga ada kebakaran sekitar pukul 07.30 di Aurduri. ”Di TKP ditemukan seorang perempuan sudah tidak bernyawa lagi. Dan tubuhnya penuh luka bakar,” ujarnya.

Dia menyebutkan, di TKP, petugas menemukan satu buah mencis. Ia juga mencium bau minyak tanah. Meski begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran karena membakar diri atau korsleting listrik. ”Kebakaran terjadi sekitar 15 menit,” ujarnya.

Kata Febgendri, pihak keluarga menyatakan korban meninggal akibat korsleting listrik. Meski begitu, pihak kepolisian menyatakan akan tetap melakukan penyelidikan.

Iptu Jaswir menambahkan, posisi korban miring dalam kamar dekat bak mandi. Posisi kepala dekat dinding kamar mandi sedangkan posisi kaki penghadap arah pintu kamar mandi. Kondisi korban 60 persen luka bakar. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

“Pihak keluarga menolak visum luar dan dalam. Pihak kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab meninggalnya korban dan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi,” tuturnya. (j/w/sam/jpnn/fajar)

 

loading...
Click to comment
To Top