Sebut Hak Asasi Monyet, MKD Mulai Tindak Lanjuti Ruhut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Sebut Hak Asasi Monyet, MKD Mulai Tindak Lanjuti Ruhut

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menggelar rapat internal pasca masa reses, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5). Rapat itu dimaksudkan untuk mengevaluasi sidang etik yang tertunda pada masa sidang DPR RI keempat lalu. 

Salah satunya membahas pelaporan masyarakat terhadap anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul, yang memplesetkan HAM menjadi “hak asasi monyet”.


“Terkait dengan pernyataan beliau ketika rapat di Komisi III dengan Kapolri, dimana beliau dalam rapat tersebut kemudian memberikan dukungan kepada Kapolri dan menafikan kehadiran kawan-kawan dari Kontras, Komnas HAM dan Pemuda Muhammadiyah,” kata anggota MKD, Muhammad Syafii, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5).


Dia menilai pernyataan Ruhut tersebut tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa. Sebab, HAM adalah sesuatu yang sangat dijunjung tinggi. Karena itu, pihaknya sudah menjadwalkan sidang etik untuk politisi nyentrik asal Partai Demokrat itu.


“Sudah dijadwalkan sidang pertama memanggil pengadu. Mungkin sudah mulai berlangsung tanggal 31 Mei. Sidang pertama kasus Ruhut,” ungkapnya.Seperti diberitakan rmol (fajar Group) Rabu 18/5.


Pemuda Muhammadiyah melaporkan Ruhut Sitompul ke MKD RI pada  Jumat, 29 April lalu. Pasalnya, Ruhut mengeluarkan kata-kata tak beradab ketika Komisi Hukum melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.


Dalam RDP 20 April lalu, Ruhut membela tindakan Densus 88 setelah mendengar paparan Kapolri tentang sosok Siyono dan bagaimana kronologis kematiannya di tangan Tim Anti Teror tersebut.

Karena itu dia balik mempertanyakan tudingan bahwa Densus telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Saat itu dia memplesetkan kepanjangan HAM menjadi hak asasi monyet.]

“Saya kecam yang datang ke Komisi III yang mengatakan Densus melangar HAM. HAM apa yang dilanggar, hak asasi monyet?” tegas Ruhut kala itu. 


Ruhut sendiri tidak hadir saat Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Komnas HAM dan Kontras yang tergabung dalam Tim Advokasi Keluarga Siyono menggelar RDPU dengan Komisi III DPR pada 12 April lalu. 


Saat itu, Tim Advokasi Keluarga Siyono menyampaikan hasil autopsi terhadap jenazah Siyono.

Soal dirinya akan laporkan Pemuda Muhammadiyah, Ruhut sudah mendengar. Tapi dia tidak gentar dan malah menantang. “Silakan aja laporkan. Kalau perlu laporkan Tuhan pun nggak apa-apa,” kata Ruhut. [zul/rmol/fajar]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top