Waduh! Kan Baru Diresmikan Mbak Puan, Kok Sudah Mau Roboh? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Waduh! Kan Baru Diresmikan Mbak Puan, Kok Sudah Mau Roboh?

TINJAU JEMBATAN: Menteri Koordinator Menko PMK Puan Maharani bersama Menteri PU Basuki Hadimuljono, didampingi Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meninjau jembatan gantung di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Karanganyar yang terhubung dengan Desa Bojong Apus, Kabupaten Lebak, Rabu (17/2). Foto: Ist
Menteri Koordinator Menko PMK Puan Maharani bersama Menteri PU Basuki Hadimuljono, didampingi Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meninjau jembatan gantung di Desa Sukamekarsari.

FAJAR.CO.ID, RANGKASBITUNG– Jembatan Bojong Apus yang terletak di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten  terancam ambruk. Padahal, jembatan itu baru saja diresmikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani tiga bulan yang lalu.

Kerusakan jebatan yang menelan anggaran mencapai miliran rupiah itu diduga karena pengerjaan konstruksi jembatan yang asal asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, pondasi jembatan juga bergeser akibat tergerus air saat sungai Cisimeut meluap .

”Dari awal pembangunan, saya sebagai warga sudah mengingatkan kepada pemborong, bahwa tanah di sini labil. Sebab, saya tahu persis ini bekas lokasi galian pasir milik PD Ucu Jaya. Harusnya pasangan pondasi jembatan menggunakan slup agar kokoh. Tapi tidak digubris oleh pemborong, malah saya di maki-maki. Buktinya sekarang amblas,” ujar Sukarna (42), salah seorang warga yang tingga tidak jauh dari jembatan tersebut kepada INDOPOS, Selasa (17/5).

Berdasarkan pengamatan INDOPOS kondisi badan jalan menuju jembatan tampak amblas dan dudukan besi penyangga juga melengkung. Sehingga, jika dibiarkan dan tidak segera ditangani jembatan tersebut kemungkinan akan ambruk.

Kekhawatiran juga diungkapkan Ahyadi, pengguna jalan yang sering melalui jembatan tersebut. Dia berharap pemerintah menindaklanjuti kerusakan infrastruktur ini.

”Jujur saja,saat saya jika melewati jembatan itu ngeri. Lihat saja besi penyangganya saja sudah melengkung. Maka sebelum ada korban jiwa,pemerintah harusnya secepatnya melakukan perbaikan,” ujar Ahyadi.

Untuk diketahui, Jembatan Bojong Apus diresmikan pengoperasiannya bersama sembilan jembatan lainnya pada 17 Februari lalu oleh Menko PMK Puan Maharani. Acara peresmian juga dihadiri Menteri PU Basuki Basuki Hadimuljono dan Gubernur Banten Rano Karno.

Saat peresmian Puan Maharani menjelaskan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata dari program Nawacita  Presiden Jokowi. Dia juga menyampaikan bahwa negara hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mewujudkan sarana prasarana yang selama ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk kemudahan akses, memperlancar arus ekonomi dan sekaligus transportasi warga.

Sementara Menteri Basuki saat itu menjelaskan, 10 unit jembatan gantung yang telah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu didanai APBN 2015. Anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan jembatan-jembatan itu adalah sebesar Rp 45.640.485.000. (yas/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top