Loh Ada Aktifitas di Teluk Reklamasi, Tidak Jelas…Nelayan Geram! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Loh Ada Aktifitas di Teluk Reklamasi, Tidak Jelas…Nelayan Geram!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Pelaksanaan moratorium reklamasi Teluk Jakarta semakin tidak jelas. Nelayan terus dibuat panas oleh pemerintah dan pengembang. 

Dua hari belakangan, nelayan kembali diresahkan oleh aktifitas pengembang di Pulau G. ”Kapalnya tetap ada. Kemudian ada pemasangan tiang-tiang pancang. Seolah-olah tidak ada masalah,” kata anggota Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta dari Walhi, Moestaqiem Dahlan kepada JawaPos.com.

Para nelayan yang memantau keadaan di lokasi proyek dengan investasi tak kurang dari Rp 50 triliun itu sudah menyebar berbagai gambar aktifitas di sana. Alan –sapaan Moestaqiem- yang selama ini selalu mendampingi para nelayan juga sangat terganggu.

”Jadi ngapain menteri-menteri ke sana beberapa waktu lalu? Negara sudah seperti tak ada wibawa,” ucap dia.

Menurut dia, hal itu jelas berbagai persoalan yang menyangkut pelaksanaan reklamasi di Teluk Jakarta belum beres. Mulai dari persoalan hukum, dampak lingkungan, dan kerugian-kerugian para nelayan selama ini.

”Para pekerja mereka seolah tidak tahu kalau ada masalah. Para security bukan hanya berasal dari Indonesia. Ada bule-bule juga,” ungkap dia.

Dia mengatakan, emosi nelayan terus dipancing. Itu sebabnya aksi penolakan kian menjadi. Gabungan berbagai elemen masyarakat akan beraksi lagi di Balai Kota Jakarta Jumat nanti (20/5).

Seperti sebelum-sebelumnya, aksi tersebut merupakan protes atas berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama selama memimpin Jakarta.

”Kami juga mendapatkan seruan aksi itu, kami akan bergabung,” kata Alan. Dalam seruan aksi yang beredar sejak beberapa waku lalu, ada sekitar 21 organisasi masyarakat ibu kota yang akan bergabung. 

Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Utara Jamran mengatakan, aksi akan terus dilakukan. Dan, tuntutan mereka akan tetap sama, yakni meminta Ahok mundur dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

”Sudah terang bagi kami. Kasus reklamasi dan kasus sumber waras, penggusuran  dan lain sebagainya,” beber dia.

Dia menuturkan, seluruh nelayan di Jakarta Utara sudah mengalami banyak kerugian akibat kebijakan Ahok yang menyalahi aturan. ”Demikian pula masyarakat daerah lainnya yang juga merasa telah menjadi korban, misalnya di Kalijodo,” ujar dia.

Jamran menambahkan, sebelumnya persatuan seluruh masyarakat Jakarta Utara sudah mengadakan aksi serupa. Nah, Jumat nanti massa yang akan datang kemungkinan lebih banyak dari sebelumnya.Sementara itu, menyangktut pembenahan aturan reklamasi, kini sudah ada perpres nomor 3 tahun 2016.

Di dalamnya ada kewenangan gubernur untuk melaksanakan proyek strategis nasional. Namun, semua tetap dalam control pemerintah pusat. Kewenangan gubernur dijelaskan di pasal 5 aturan itu.(ydh/JPG/fajar)

Click to comment
To Top