NGERI! Usus dan Paru-paru Ditemukan, Diduga Pria di Kalimantan Dimakan Buaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

NGERI! Usus dan Paru-paru Ditemukan, Diduga Pria di Kalimantan Dimakan Buaya

A group of caimans (Caiman yacare) rest on one of the banks of the Paraguay river, in Caceres, Brazil, the gateway to the Pantanal, on August 27, 2014. Often referred to as the world’s largest freshwater wetland system, the Pantanal, is a stunning biodiversity sanctuary which extends through millions of hectares in central-western Brazil, eastern Bolivia and eastern Paraguay. It includes sanctuaries for migratory birds, nursery grounds for aquatic life, and refuges for such creatures as the yacare caiman, deer, and jaguar. Some 4,500 different species live in the Pantanal.  AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Jasad Krisman, 45, warga Nunukan, Kalimantan Utara yang hilang sejak Minggu (15/5) lalu dan diduga menjadi korban keganasan Buaya Muara Sebuku belum berhasil ditemukan. Namun temuan bagian tubuh manusia, berupa usus dan paru-paru dua kilometer dari lokasi kejadian menyakinkan bahwa Krisman telah tewas dimangsa buaya.

“Hasil pemeriksaan tim kesehatan itu membenarkan jika organ tubuh yang ditemukan merupakan milik manusia,” ujar Camat Sebuku, H. Amin kepada Radar Nunukan (Radar Tarakan Group, Fajar Group), Jumat (20/5).

Amin menambahkan, saat ini pencarian bagian tubuh korban lainnya masih dilakukan tim kecil yang dibentuknya. 

Sementara pawang buaya yang didatangkan telah menangkap empat ekor buaya. 

Namun, sang pawang dapat belum memastikan apakah diantara buaya tersebut ada yang memangsa korban. “Pawang, masih lakukan komunikasi dengan empat ekor buaya itu. Siapa yang makan Krisman,” kata Amir.

Dikatakan, proses pencarian korban sebenarnya telah dihentikan sejak Minggu, (15/5) lalu. Tim yang terdiri dari, Basarnas Nunukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Sebuku, Babinsa dan sejumlah masyarakat secara resmi menutup proses pencarian. 

“Sementara pencarian oleh tim kecil yang disiagakan setelah tim Basarnas berakhir besok,” ungkap Amir.

Terpisah, Ketua Basarnas Nunukan, Oktavianto mengaku belum mendapatkan informasi soal penemuan organ tubuh korban buaya Sebuku. Mengenai penghentian pencarian yang dilakukann, menurut Okta, sapaan akrabnya sudah sesuai aturan oleh pihaknya. 

“Belum ada informasi karena proses pencarian kami telah dihentikan sejak beberapa hari yang lalu,” ungkapnya. (*/akz/oya)

loading...
Click to comment
To Top