GILA! Di Bone, Ibu Melahirkan di Rumah, Bayar Denda ke Puskesmas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

GILA! Di Bone, Ibu Melahirkan di Rumah, Bayar Denda ke Puskesmas

enam-warga-bone-keracunan-seusai-santap-jamur-11c

FAJAR.CO.ID, BONE – Peraturan yang dibuat oleh salah satu Puskesma di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Ini, sedikit aneh. Ibu Rumah Tangga (IRT) terpaksa harus didenda oleh bidan setempat karena melahirkan dirumahnya sendiri.

Peristiwa yang tergolong aneh ini dialami oleh Susanti (17), warga Desa Padangloang, Kecamatan Cina, pada 14 mei lalu.

Awalnya, Karena telah Hamil Tua, Susanti rutin melakukan pemeriksaan di puskesmas setempat dan diharuskan melahirkan di sana juga.

Namun karena tak punya biaya, apalagi suaminya, Suardi (40) merupakan penyandang tunanetra yang tak punya pekerjaan tetap, Susanti pun terpaksa melahirkan di rumahnya dengan bantuan dukun.

Berselang tiga hari kemudian, bidan setempat datang dan langsung memarahi Susanti lantaran tidak melahirkan di puskesmas. Tak hanya itu, Susanti diwajibkan membayar denda Rp 700.000.

“Katanya ini aturan karena istri saya melahirkan di rumah bukan di puskesmas, padahal saya tidak punya uang jadi terpaksa saya harus mengutang sama tetangga,” kata Suardi sambil memperlihatkan kwitansi pembayarannya, Seperti diberitakan Pojoksulsel/Fajar group, (20/5).

Sementara itu, bidan puskesmas, Asniati yang ditemui sejumlah awak media saat itu mengaku bahwa uang tersebut merupakan uang jasa baginya untuk dibagikan kepada petugas di puskesmas. Hal tersebut, kata dia, berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh puskesmas.

“Itu uang jasa, dan itu sudah diatur dalam aturan puskesmas. Peraturan ini sudah berjalan sejak Februari tahun 2016 lalu,” kata Asniati kepada wartawan, Rabu (18/5/2016) siang lalu.

Lebih jauh, Asniati menjelaskan bahwa aturan yang dikeluarkan pihak puskesmas itu mewajibkan kepada warga yang menjalani proses persalinan di rumah, membayar uang jasa kepada petugas puskesmas.

“Ini lampiran aturannya pak, silakan dilihat,” ujar Asniati.

Berdasarkan lampiran denda yang diperlihatkan Asniati tertera tarif pembayaran jasa yang nilainya jika dijumlahkan bervariasi, mulai dari Rp 700.000 hingga Rp 2,5 juta.

Ironisnya lampiran yang diperlihatkan itu tidak disertai kop puskesmas dan tanda tangan kepala puskesmas setempat.

Kejadian ini kemudian diangkat dibeberapa media saat itu, namun tiba tiba akun tacebook Aslindah membuat postingan yang seolah-olah media yang memuat berita itu tidak paham.

Tak terima dengan status yang dituliskan di sosial media, puluhan wartawan di Kabupaten Bone, bakal melaporkannya kepolisi atas dugaan pencemaran nama baik profesi wartawan.

“Aslindah akan kami laporkan ke pihak kepolisian. Pernyataan yang dimuat di Facebook Aslindah ini sudah mencemarkan nama baik kami selaku pekerja media,” kata Nasruddin Zaelani, Jumat (20/5/2016).

“Menurut kami, berita yang telah diterbitkan oleh sejumlah media baik cetak, elektronik maupun online sudah sesuai dengan fakta dan informasi yang didapatkan dilapangan, semua lengkap dan berimbang,” tegasnya.

lanjut Nasruddin, para wartawan di Bone sepakat untuk melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian karena hal ini sudah termasuk pelanggaran UU ITE, pasal 27 ayat 3 terkait pencemaran nama baik. (jumardi/pjksulsel/fajar)

 

loading...
Click to comment
To Top