Kepergian Aktivis Pasar itu Disambut Tangisan Mama-mama Papua – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Kepergian Aktivis Pasar itu Disambut Tangisan Mama-mama Papua

Mama-mama Papua ikut mengusung peti jenazah. Foto: Cenderawasih Pos

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA – Suasana hening, mendadak pecah dengan suara tangisan. Ratusan mama-mama pedagang di Papua, tak kuasa menahan haru saat mobil jenazah yang membawa Robert Jitmau, Sekretaris Solpap (Solidaritas Pedagang Asli Papua) Provinsi Papua, tiba di Pasar Sementara Mama-mama Papua di Jalan Percetakan, Kota Jayapura, Jumat (20/5)  sekitar pukul 17.45 WIT.

Kabar kepergian Robert Jitmau yang dikenal sangat dekat dengan mama-mama pedagang Papua langsung tersebar luas. Aktivis Pasar Mama-mama Papua ini ditemukan tewas ditabrak mobil di Jalan Baru Ring Road Pantai Hamadi, Kelurahan Hamadi, Kota Jayapura, Jumat (20/5) dini hari. Polisi hingga kemarin masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pengemudi mobil yang menabrak Robert Jitmau atau akrab disapa Rojit.

Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Heru Hidayanto, mengungkapkan, dari keterangan saksi, korban saat itu bersama empat rekannya sedang nongkrong di Jalan Baru Ring Road Pantai Hamadi.

Secara tiba-tiba menurut Heru, satu unit mobil melintas dan menabrak korban bersama rekannya seorang mahasiswa bernama Melianus Duwitauw. Korban saat itu langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. “Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melapor dan jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Sementara rekannya Melianus mendapat perawatan medis di RS Dian Harapan,” ungkap Heru saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.

Heru mengatakan, Robert Jitmau mengalami luka yang cukup parah di dahi dan kepala bagian belakang. Diduga korban saat itu bersandar di tembok ring road, sehingga saat ditabrak bagian kepala belakangnya terbentur di tembok ring road.   “Celana korban ditemukan sobek, namun tidak ada luka lecet di kaki maupun tangan korban,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi yang saat itu bersama korban di TKP, pelaku langsung melarikan diri setelah menabrak korban. “Ironisnya tidak ada yang melihat jenis mobil dan plat nomor mobil yang menabrak korban,” tandasnya.

Sementara itu, Melianus Duwitau yang saat itu bersama Robert Jitmau mengatakan mobil yang menabrak korban dan dirinya berwarna putih. Melianus yang mengalami luka para di tangannya mengatakan, mobil tersebut tiba-tiba datang dan langsung menabrak Robert Jitmau dan dirinya.

“Saya sempat lihat ada dua orang yang turun dari mobil dan mengecek keadaan Robert. Mereka juga sempat dipukuli di bagian perut saat menahan rasa sakit di tangan. Kedua orang itu kemudian masuk ke dalam mobil dan melarikan diri,” ungkap Melianus saat ditemui di RS Bhayangkara sebelum dipindahkan perawatannya ke RS Dian Harapan.

Terpisah, Mety Ronsumbre yang merupakan calon istri Robert Jitmau berharap hasil autopsi yang transparan terkait kasus ini. Dirinya juga berharap pelaku dapat segera diungkap dan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Selama ini, dia tidak pernah mengeluh karena mendapat intimidasi. Sebab selama ini dia memang memperjuangkan pembangunan Pasar Mama-mama Papua,” pungkasnya.(jo/nat/adk/jpnn)

Click to comment
To Top