Pesta Sabu, Dokter Cantik, Mahasiswa dan Pengusaha Dibekuk Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Pesta Sabu, Dokter Cantik, Mahasiswa dan Pengusaha Dibekuk Polisi

Dokter Pesta Sabu

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Perang terhadap peredaran narkoba terus dilakukan aparat hukum. Kali ini aparat Satres Narkoba Polrestabes Surabaya, Jawa Timur (Jatim) meringkus lima orang tersangka yang sedang pesta sabu di rumah kos.

Ironisnya dari lima tersangka yang digelandang, dua di antaranya mahasiswa kedokteran dan satu dokter cantik yang sedang praktik di salah satu puskesmas di Madura. Sementara dua tersangka lainnya berprofesi sebagai pengusaha.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Doni Adityawarman menuturkan, pesta sabu itu berlangsung di sebuah rumah kos yang beralamat di Jalan Dukuh Kupang Barat I/116 Surabaya.

Kelima terangka yang diamankan yakni Aditya Nugroho, 23, warga kos di Jalan Rungkut Mejoyo Selatan VIII/11 dan Darmawan Prasetyo, 28, warga Jalan Waringin 143 Tempurejo, Pesantren, Kota Kediri yang kos di Jalan Dukuh Kupang Barat I/116.

Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Tersangka lainnya adalah Shella Martina Devi, 22, seorang dokter aktif yang praktik  di di sebuah puskesmas di Bangkalan, Madura.

Selain itu, Nur Rahman, 30, warga Jalan Petukangan Baru 22-E Surabaya dan Moch Chasbu Latif, 27, warga Jalan Veteran, Perum Candra Kirana Blok R-16C, Kediri. Dokter cantik ini diduga adalah teman semasa kuliah kedua mahasiswa tersebut. Sedangkan Nur Rahman dan Chasbu Latif adalah pengusaha.

“Penggerebekan ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Kelimanya kami gerebek saat menggelar pesta SS (sabu-sabu) di rumah kos. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda, dua orang masih mahasiswa, satu orang dokter di Puskesmas Bangkalan, dan dua lainnya wirausaha,” terang Doni yang dilansir Radar Surabaya (Fajar Group), Sabtu (21/5).

Dikatakan Doni, penetapan tersangka kelima orang yang digerebek itu setelah mereka mengikuti tes urine di Poliklinik Polrestabes Surabaya. “Hasilnya, kelimanya positif menggunakan SS. Mereka juga rupanya sudah cukup kecanduan,” kata Doni.

Langkah itu ditempuh, karena para tersangka sebelumnya sempat membantah melakukan pesta sabu. Bahkan bong atau alat hisap yang ditemui petugas dalam kondisi setengah bersih, karena baru dicuci.

Untuk membuktikan dugaannya, kelima pelaku lantas dikeler ke Poliklinik Polrestabes Surabaya untuk menjelani tes urine. (yua/jay/sep/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top