Hakim Tipikor Disuap untuk Vonis Bebas 2 Terdakwa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Hakim Tipikor Disuap untuk Vonis Bebas 2 Terdakwa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang sekaligus Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu Janner Purba yang diduga menerima uang suap Rp 650 juta.

Uang suap tersebut agar menjatuhkan vonis bebas terkait penanganan perkara korupsi penyalahgunaan honor dewan pembina RSUD M. Yunus Bengkulu 2011.

Duit itu diterima dari dua terdakwa. Yakni, Rp 150 juta dari mantan Kabag Keuangan RS M. Yunus Safri Safei (SS) dan Rp 500 juta dari mantan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS M. Yunus Bengkulu, Edi Santoni.

“Agar (divonis) bebas,” kata Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati dalam keterangan pers, Selasa (24/5).

Yuyuk menjelaskan, duit Rp 150 juta diserahkan Safri kepada Janner pada Senin 23 lalu di sekitar PN Kepahiang. Sementara uang sebesar Rp 600 juta diberikan Edi pada 17 Mei lalu dan disimpan Janner di lemari di ruang kerjanya di PN Bengkulu.

Diduga uang tersebut tak hanya dinikmati Janner sendiri. Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu Toton (T) dan Panitera Pengganti PN Bengkulu Badarudin Bacshin (BAB) diduga juga ikut bermain dalam suap ini sehingga dicokok KPK.

Perkara korupsi penyalahgunaan honor dewan pembina RSUD M. Yunus Bengkulu 2011 memang tengah disidangkan di PN Tipikor Bengkulu. Sedianya sidang kasus tersebut akan diputus hari ini.

Menurut dia, KPK masih terus mengembangkan penyidikan usai penetapan lima tersangka hasil OTT tersebut. Termasuk, soal kemungkinan ada hakim lain yang turut menerima suap. “Nanti tergantung, ini kan Ketua PN-nya (ditangkap),” tutur Yuyuk. (put/jpg)

Click to comment
To Top