Ini Daftar Setahun Terakhir Oknum Hakim dan Jaksa Tersandung Kasus Suap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Ini Daftar Setahun Terakhir Oknum Hakim dan Jaksa Tersandung Kasus Suap

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terjaringnya Ketua Pengadilan Negeri Kapahiang sekaligus Hakim Tipikor Bengkulu Janner Purba dalam operasi tangkap tangan (OTT) kemarin menambah panjang daftar aparat penegak hukum yang tersandung kasus suap di KPK. Janner dikabarkan dicokok petugas KPK usai bertransaksi suap terkait kasus korupsi alkes yang tengah ditanganinya.

Berdasar data perkara melibatkan penegak hukum yang didapat dari KPK, tercatat sembilan orang terjerat kasus korupsi sepanjang 2015 hingga 2016. Khusus untuk hakim dan jaksa, KPK telah menjerat lima orang dalam kurun waktu tahun tersebut.

Di pertengahan Juli 2015, KPK menangkap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan yaitu Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting. Mereka ditangkap usai menerima suap ratusan juta rupiah dari Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti. 

Suap itu diberikan melalui pengacara kondang OC Kaligis dan anak buahnya, M Yagari Bhastara selaku kuasa hukum Gatot. Tujuannya, untuk memengaruhi perkara gugatan mengenai penyelidikan Kejati Sumut soal dugaan korupsi dana bansos yang menjerat sang gubernur. 

Cukup lama tak menjaring hakim dalam OTT, KPK justru menangkap pejabat lembaga peradilan. Maret 2016, KPK menangkap Kasubdit Kasasi Perdata dan Pranata Mahkamah Agung Andri Tristianto Sutrisna usai menerima uang sebesar Rp 400 juta dari pengusaha Ichsan Suaidi.

Uang itu diberikan agar Andri menunda pemberian salinan putusan kasasi perkara korupsi yang menjerat Ichsan agar tak kunjung dieksekusi ke dalam penjara.

Tak lama berselang, KPK menangkap Panitera Pengadilan Negeri Jakpus Edy Nasution. Edy ditangkap usai menerima suap Rp 50 juta dari seorang perantara Dody Ariyanto Supeno terkait pengajuan PK perkara perdata perusahaan swasta. Belakangan, diketahui perkara tersebut terkait Lippo Group.

Penangkapan itu berbarengan dengan ditangkapnya dua jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Deviyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo. Keduanya ditangkap usai bertransaksi suap dengan mantan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Subang, Jajang Abdul Holik dan istrinya Lenih Marliani serta Bupati Subang Ojang Sohandi. 

Senin (23/5) kemarin, KPK menangkap Hakim Tipikor Bengkulu Janner Purba di rumah dinasnya. Dari OTT tersebut, KPK mengamankan uang sebesar Rp 150 juta. Disebutkan, suap itu terkait perkara yang tengah ditangani Janner.

Kini, Janner dan empat orang lainnya tengah dalam perjalanan menuju Jakarta untik diperiksa secara intensif di KPK. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top