Dari Pemukulan Anak Kecil Merambat Jadi Bentrok Besar di Timika. Dua Warga Luka dan Dua Rumah Dibakar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Dari Pemukulan Anak Kecil Merambat Jadi Bentrok Besar di Timika. Dua Warga Luka dan Dua Rumah Dibakar

Ratusan warga memadati Jalan Budi Utomo pasca aksi bentrok antar dua kelompok warga yang membuat situasi sempat tegang, Selasa (24/5).

FAJAR.CO.ID, TIMIKA – Bentrok antarwarga pecah di Jalan Budi Utomo, Kota Timika, Selasa (24/5), sekitar pukul 13.25 WIT. Kejadian tersebut diduga karena buntut dari kasus pemukulan yang terjadi pada dua anak laki-laki asal Toraja, Senin (23/5) di Jalan Busiri Ujungsekitar pukul 14.00 WIT kemarin.

Dalam bentrok kemarin, dua unit rumah warga dibakar ditambah satu unit sepeda motor, bahkan dua orang warga dikabarkan mengalami luka. Massa dari salah satu kelompok pemuda lebih dulu merengsek ke Jalan Budi Utomo dan berkumpul di depan Bank BRI. Massa sempat terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian yang sedang berjaga di situ. Aksi ini sempat membuat lalulintas macet total.

Beberapa saat setelah itu pihak kepolisian dapat menghalau massa pergi. Namun tak lama berselang, massa nyaris bentrok lagi di Jalan Budi Utomo. Kali ini dengan kelompok pemuda dari Jalan Patimura ujung karena tidak tahu persoalan apa-apa, kelompok pemuda ini pun mulai bersiaga di depan jalan dekat perempatan Jalan Pattimura dan Budi Utomo.

Kelompok massa dari kelompok lain sempat memalang Jalan Budi Utomo dengan batu. Situasi sempat tegang dan dan tidak ada satupun kendaraan yang berani melintas di di situ, lantaran massa mempersenjatai diri dengan panah wayer dan parang.

Anggota polisi yang berjaga di sekitar TKP bahkan sempat kewalahan menenangkan massa. Selang beberapa menit kemudian, Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso, SIK MSi sampai di  TKP dan berusaha menenangkan kemudian menenangkan massa.

Kapolres meminta kepada masyarakat agar membukakan palang jalan. “Saya harap kita semua bisa tenang. Jangan sampai ada keributan lagi. Kami akan menjaga saudara mereka dan keamanan saudara. Saya mohon dibuka palang jalannya,” ujar Kapolres.

Namun massa yang masih emosi belum bisa ditenangkan. Namun setelah ditenangkan oleh tokoh masyarakat, massa pun  akhirnya bersedia membuka palang jalan. Situasi kembali berangsur kondusif. Tampak dua mobil Barakuda dari Korps Brimob masih berjaga-jaga, serta puluhan anggota polisi dari Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru masih tetap berjaga di lokasi kejadian.

Sekitar sore pukul 04.45 WIT, Kapolres datang bersama beberapa anggota Brimob dan sempat bertemu dengan Kepala Suku Kei, Pit Rafra untuk membahas persoalan yang terjadi. Dan Kapolres meminta agar para tokoh untuk bisa menenangkan warganya.

Kapolres di hadapan salah satu massa menegaskan, bahwa polisi telah menangkap pelaku, dan saat ini telah ditahan di Polres Mimika, guna menjalani pemeriksaan terkait dengan pengeroyokan terhadap Tebe dan Yunus di Jalan Busiri Ujung. (dzr/adk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top