Astaga! Pemuda Ini Dikurung Selama 20 Tahun, Suaranya Meraung-raung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Astaga! Pemuda Ini Dikurung Selama 20 Tahun, Suaranya Meraung-raung

FAJAR.CO.ID,- M Yusuf, (22), Warga Kelurahan Sungai tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Selama 20 tahun hidup dalam kurungan seluas 2×3 meter.  Di dalam ruangan sempit itu pula, dia yang sehari-harinya tak berpakaian, makan dan tidur serta menikmati hampir seluruh usianya.

Selasa (24/5) kemarin,  Radar Banjarmasin (JawaPos Group/Fajar), bersama relawan Radar Banjar Peduli (RBP) berkunjung ke rumahnya, di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Di rumah dengan struktur kayu itu, Aspan, 60,  dan Purlah, 55, orangtua dari M Yusuf menyambut wartawan.

Ketika masuk, terdengar suara raungan dari kamar paling belakang rumah tersebut. “Itu suara Uncir,” Kata Aspan. Uncir merupakan nama panggilan M Yusuf.

Ia menuturkan, karena tak bisa berbicara, selama ini Uncir hanya bisa mengaung ketika meminta sesuatu. “Kalau lapar juga hanya bisa mengaung,” ujarnya. Wartawan yang mencoba mendekati pintu kamarnya, melihat Uncir  langsung muncul di celah-celah pintu. Ia terlihat berusaha keluar, sembari menaiki pintu yang dibuat sengaja berlubang tersebut.

Tak lama kemudian, Purlah ibunda Uncir datang dan membuka pintu kamar itu. Ia membawa wadah plastik yang berisikan nasi lalu memberikannya kepada uncir. Ternyata, cara makan Uncir berbeda dengan kebanyakkan orang. Nasi tersebut ditumpahkannya dari wadah, lalu dimakannya dengan lahap. “Memang begitu cara dia makan,” kata Purlah.

Mereka sendiri tak tahu apa yang sedang terjadi dengan Uncir hingga memiliki perilaku berbeda dengan orang kebanyakan. “Sejak usianya dua tahun sudah kami kurung,” ungkap Aspan, ayahnya Yusuf.
Ia menceritakan, ketika berusia dua tahun perilaku Uncir sudah mulai aneh. Seringkali merangkak ke lumpur dan tak ada seorangpun bisa mencegahnya. “Kalau anak lain biasanya kita marahin dia akan patuh, tapi ini seperti tak tahu bahasa kita,” katanya.

Agar tak berpergian ke mana-mana, pasangan Aspan dan Purlah terpaksa mengurung anak ke-11 nya tersebut. “Sampai sekarang ia tak pernah kami keluarkan, karena kalau sudah lepas ia bisa pergi tanpa ada yang bisa menahannya,” ujar Aspan.

Ia menambahkan, ada beberapa perilaku aneh lagi yang sering dilakukan anaknya. Salah satunya adalah seringkali merobek kain yang ada di dekatnya. “Jadi selama ini dia kami biarkan telanjang, dan tidur tanpa alas. Karena selalu dirobeknya,” tambahnya.

Selain berprilaku di luar kewajaran, Uncir juga memiliki kelainan pada alat kelaminnya. Ketika buang air kecil, urine-nya keluar dari bawah batang kelaminnya. “Ujung kelaminnya buntu, dan dari lahir bentuk kelaminnya seperti sudah disunat,” tutur Aspan (Prokal/fajar)

loading...
Click to comment
To Top