Begini Kronologi Pembunuhan Marni yang Tewas Saat Mau Indehoy, Terlalu Bernafsu! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Begini Kronologi Pembunuhan Marni yang Tewas Saat Mau Indehoy, Terlalu Bernafsu!

Pembunuh Marni

FAJAR.CO.ID, BENGKULU – Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan (BS), Iptu Rizqi Akbar membeberkan penyebab pria berinisial Ya (32) yang nekat membunuh Marni (32). Ya kalap, lantaran Marni meludahi mukanya saat mau bercinta.

BACA JUGA: Punya Suami Terlalu Kecil Istri Minta Cerai. Sephia: Ah.. Loyo Loyo Mbak

Menurut pengakuan Ya, pembunuhan tersebut berawal saat dia bersama Marnia bertemu di salah satu warung remang-remang pinggir pantai Sulau Wangi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Bengkulu.

Singkat cerita, Ya dan Marni sepakat untuk berhubungan badan dengan syarat Ya harus membayar uang Rp 120 ribu. Setelah membayar uang yang diminta Marni, Ya mengajak korban berhubungan badan di pinggir pantai.

BACA JUGA: Bikin Status Melecehkan Orang Jawa, Akun Facebook Cewek Cantik ini Paling Dicari

Lalu keduanya pergi ke pinggir pantai. Setibanya di lokasi, Ya dan Marni kemudian sama-sama membuka pakaian.

Hanya saja baru saja korban selesai membuka pakaiannya, Ya langsung nafsunya naik dan tanpa memberikan aba-aba langsung mendorong tubuh korban hingga terjatuh.

Mendapat dorongan kuat hingga jatuh, korban tidak terima dan marah-marah. Bahkan saat itu sebagaimana pengakuan Ya, korban meludahi mukanya hingga tiga kali.

Ya yang saat itu posisi sedang mabuk langsung tersinggung dan marah. Kemudian Ya, mengambil sebuah batu yang ada di dekatnya langsung memukulkannya ke kepala bagian belakang korban. Usai dipukul satu kali korban terjatuh.

BACA JUGA: Heboh! Bikin Status Hina Orang Jawa. Nitizen: Kalau Ketemu Kita Gorok dan Mutilasi

Lalu Ya kembali memukul kepala korban dua kali lagi untuk memastikan korban benar-benar sudah tidak bernyawa.

“Setelah korban tewas, pelaku panik dan berusaha menghilangkan jejak dengan memasukan mayat korban dalam kali dengan ditimbun batu agar tidak terlihat orang, setelah itu pergi,” imbuh Rizqi.

Setelah kejadian, pelaku mengaku baru saja membunuh korban dan ingin melarikan diri. Kemudian menemui keluarganya di Kota Manna.

Hanya saja sesampainya ke Kota Manna, dirinya mengurungkan niatnya kabur dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setelah itu, ia menceritakan perbuatannya itu kepada keluarganya, lalu menyerahkan diri ke Mapolres BS.

 “Saya sempat mau kabur, saya sangat menyesal telah membunuhnya, saya khilaf, karena itulah saya mengurungkan niat kabur dan siap bertanggungjawab atas perbuatan saya itu,” terang Ya. (jpnn/fajar)
loading...
Click to comment
To Top