Datangi KPK, Penyuap Damayanti Bungkam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Datangi KPK, Penyuap Damayanti Bungkam

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selama tujuh jam, Aseng diduga menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk kasus suap pengamanan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) yang telah menjerat koleganya Dirut PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, dan sejumlah anggota Komisi V DPR RI.

Keluar dari markas lembaga anti rasuah, Aseng tak bergeming saat awak media menanyakan seputar kehadiranya ke KPK. Pasalnya, dalam jadwal pemeriksaan tidak tertera nama Aseng.

Pengusaha yang diduga ikut memberi uang kepada anggota DPRD Bekasi dari Fraksi PKS M. Kurniawan itu memilih bungkam saat ditanya mengenai kepentingan dirinya menyambangi gedung KPK. Dirinya juga bungkam saat ditanya mengenai tujuan uang yang diberikan kepada politisi PKS tersebut.

Nama Aseng beberapa kali disebut pernah memberikan uang kepada anggota DPR sebesar Rp 2,5 miliar kepada M Kurniawan. Diduga, uang tersebut akan diteruskan kepada Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PKS Yudi Widiana.

Dalam surat dakwaan terhadap Abdul Khoir, nama Aseng ikut disebut bersama beberapa pengusaha lain. Aseng diduga secara bersama-sama menyuap anggota Komisi V. Suap tersebut diberikan agar para pengusaha mendapatkan proyek pekerjaan pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Beberapa anggota dewan yang diduga menerima suap dari Aseng, Abdul Khoir dan pengusaha lainnya yakni Damayanti Wisnu Putranti (PDI Perjuangan) dan Budi Supriyanto (Golkar). Kemudian, kepada Andi Taufan Tiro (PAN) dan kepada Musa Zainuddin (PKB). Selain itu, uang juga diberikan kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Maluku Amran HI Mustary.

Amran menerima uang sebesar Rp 13,78 miliar dan 202.816 dolar Singapura, Andi Taufan Tiro sebesar Rp 7,4 miliar, Musa Zainuddin sebesar Rp 7 miliar, Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp 4,28 miliar dan Budi Supriyanto sebesar 305 ribu dolar Singapura. [wah/Rmol/fajar]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top