IOM X Luncurkan Video Anti Ekplotasi Pekerja Rumah Tangga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

IOM X Luncurkan Video Anti Ekplotasi Pekerja Rumah Tangga

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – International Organization for Migration (IOM) X bekerja sama dengan U.S. Agency for International Development (USAID) meluncurkan video Open Doors: An IOM X Production. Video ini  tujuan mencegah eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).  IOM merupakan kampanye inovatif untuk mendorong migrasi yang aman serta gerakan masyarakat dalam menghentikan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang.

Open Doors: An IOM X Production adalah drama yang terdiri dari tiga bagian mengenai keluarga dan pekerja rumah tangganya. Berlokasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand, ketiga kisah drama ini menceritakan tantangan dari kesibukan masing-masing keluarga, yang mana mereka berupaya mengimbangi tuntutan kerja, pekerjaan rumah tangga dan membesarkan anak, dengan bantuan pekerja rumah tangga yang berasal dari Filipina, Indonesia dan Myanmar.

Di dalam setiap kisah, keluarga mengalami momen refleksi dimana mereka menyadari bahwa setiap orang membutuhkan istirahat dan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pekerja rumah tangga ini dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap keluarga maupun pekerja rumah tangga mereka. Masing-masing kisah/cerita di Open Doors ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh bakat-bakat lokal di masing-masing negara.

“Video berdurasi 22 menit ini membawa pesan kepada pengguna jasa bahwa hubungan positif dengan pekerja rumah tangga yang didasari rasa saling percaya dan komunikasi yang baik dapat menciptakan rumah yang nyaman (happy home),” ungkap, Program Leader, IOM X, Tara Dermott.

Video ini merupakan kisah dari 3 keluarga di ASEAN yang memiliki pekerja rumah tangga asal Indonesia, Filipina dan Myanmar. Pekerja rumah tangga dipekerjakan di rumah pribadi, memberikan jasa/layanan seperti membersihkan rumah, mencuci, berbelanja, memasak dan menjaga/mengurus anak serta orang tua. Secara global, satu dari 13 perempuan penerima gaji dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga. Diperkirakan terdapat 52 juta pekerja rumah tangga di dunia, yang mana 41 persen berada di Asia Pasifik. Diperkirakan 1,9 juta pekerja rumah tangga di Asia Pasifik mengalami eksploitasi.

Jutaan perempuan bermigrasi ke kawasan Asia Pasifik untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga, termasuk dari Indonesia. Oleh karena itu, dan sejalan dengan semangat yang ditetapkan dalam Protokol Palermo, merupakan sebuah kewajiban bagi setiap pemerintah di kawasan tersabut untuk bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencegah pekerja rumah tangga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

“Saya menyambut baik semua inisitiaf, seperti Open Doors IOM X, yang merupakan kampanye inovatif untuk mendorong migrasi aman dan aksi publik dalam menghentikan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang,” ungkap Muhammad Anshor, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Pemerintah Indonesia sendiri, terus bekerja keras meningkatkan perlindungan para pekerjanya, termasuk para pekerja rumah tangga yang bekerja di dalam maupun luar negeri. Jutaan pekerja sektor domestik di dunia rentan terhadap eksploitasi dan trafficking in person. Hal ini sangat menjadi perhatian negara-negara anggota ILO (termasuk Indonesia) untuk ditangani secara fair dan save.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri mengapresiasi kampanye IOM X Happy Home yang dapat membantu menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat agar dapat menghentikan eksploitasi pekerja di sektor rumah tangga. “Mari kita memberikan perhatian lebih kepada isu ini dan mendorong kedua belah pihak (pekerja dan pengguna jasa) agar lebih memahami hak dan kewajibannya masing-masing yang pada gilirannya dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, baik bagi pekerja rumah tangga maupun pengguna jasanya,” ungkap Hanif Dhakiri.

Pengguna jasa adalah agen perubahan dalam menghentikan eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga. Tujuan Open Doors adalah mendorong mereka untuk menjadi orang-orang terdepan dalam menciptakan lingkungan rumah yang nyaman (happy home) sehingga tidak ada lagi eksploitasi. Dengan memastikan bahwa setiap minggunya pekerja rumah tangga mendapatkan hari libur yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan apapun di mana pun sesuai dengan keinginannya, dan juga dapat berkomunikasi secara rutin dengan keluarga dan kerabatnya, hal ini merupakan langkah-langkah menuju arah yang tepat.

Pekerja rumah tangga yang tinggal bersama pengguna jasa dan mengalami eksploitasi telah melaporkan bahwa mereka dibayar dengan gaji rendah atau bahkan tidak dibayar sama sekali, jam kerja yang berlebihan. Seperti harus siap bekerja 24 jam sehari, tidak ada hari libur setiap minggunya, kondisi hidup yang buruk dan tidak aman, biaya agensi yang berlebihan, jeratan hutang, kerja paksa dan dikurung secara paksa.

Bentuk eksploitasi terburuk adalah pembatasan makan dan minum, kekerasan seksual, pemerkosaan, tidak diberi akses layanan kesehatan, diawasi oleh kamera pengintai, diharuskan meminta izin untuk ke kamar mandi, serta penyiksaan fisik dan psikologis.

Lebih dari 200 orang menghadiri acara pembukaan, termasuk perwakilan dari Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat, UN Women, Australian Government Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Sekretariat ASEAN dan masyarakat yang peduli tindak pidana perdagangan orang. Selain itu, lebih dari 80 pekerja rumah tangga dari wilayah Jakarta turut hadir, bersama dengan pelajar dan advokat online, serta media lokal dan internasional.

IOM X juga meluncurkan video Sebuah Harapan: An IOM X PSA. Video berdurasi 3 menit, dalam Bahasa Indonesia dan teks Bahasa Inggris, yang memberikan saran-saran dari pengguna jasa dan pekerja rumah tangga tentang bagaimana mereka dapat menciptakan rumah yang nyaman (happy home) melalui komunikasi terbuka dan rasa saling menghormati. Sebuah Harapan menampilkan Dede Yusuf, Ketua Komisi IX, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, dan Lita Anggraini, Direktur Eksekutif Jala PRT. (arm)

To Top