MA Pasarah Jika KPK Tetapkan Nurhadi Jadi Tersangka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

MA Pasarah Jika KPK Tetapkan Nurhadi Jadi Tersangka

Jubir MA Suhadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahkamah Agung mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas perkara dugaan suap terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bahkan, MA pasrah apabila komisi antirasuah menjerat Sekretaris MA Nurhadi sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut.

Juru Bicara MA Hakim Agung Suhadi mengatakan, pihaknya menyerahkan semua proses hukum terkait Nurhadi ke KPK. Menurut dia, MA tidak akan menghalangi kewenangan KPK dalam mengembangkan perkara yang telah menjerat Panitera/Sekretaris PN Jakpus Edy Nasution itu.

“Asal dia (KPK) melaksanakan tugas dengan kewenangan hukum tidak ada wewenang Mahkamah Agung untuk menyetopnya,” kata Suhadi saat dihubungi, Jumat (27/5).

Suhadi mengatakan, terseretnya nama Nurhadi dalam kasus suap ini dinilai sudah mencoreng citra MA. Bahkan, sejak Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung Andri Tristianto tertangkap KPK usai menerima suap.

Belakangan, terungkap percakapan pengaturan perkara dan majelis hakim di MA antara Andri Tristianto dan staf kepaniteraan bernama Kosidah. Percakapan itu terungkap dalam sidang terdakwa pengusaha pemberi suap Andri, Ichsan Suaidi dan Awang Lazuardi Embat.

Tak hanya itu, jejak kelam di lembaga peradilan ditambah dengan tertangkapnya dua hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu pada 23 Mei lalu. ‎”Sejak Andri, di Bengkulu, kemudian ngomong-ngomong di persidangan kita tidak membantah kok. Itu memang mencoreng MA, jadi silakan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Raharjo memastikan terus mengembangkan perkara dugaan suap panitera PN Jakpus. Agus memberi sinyal adanya tersangka baru. Menurutnya, KPK bisa menjerat tersangka baru selaku pemberi ataupun penerima suap.

“Kalau dari pihak mana bisa dari beberapa pihak, kan. Bisa dari Lippo-nya, bisa dari teman-teman yang ada di MA. Bisa aja itu terjadi,” kata Agus, Kamis (26/5) kemarin. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top