Mungkinkah Allah Mengampuni Pembunuh Eno Parinah? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Samudera Ilmu

Mungkinkah Allah Mengampuni Pembunuh Eno Parinah?

“DAHULU pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang rahib. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” Rahib pun menjawabnya, “Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.

Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang ‘alim. Lantas ia bertanya pada ‘alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”

Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, “Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”.

Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju -pen). Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini.” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.” ( HR. Bukhari dan Muslim no. 2766).

Hadits di atas menunjukkan tentang luasnya rahmat Allah swt bagi para pendosa. Asalkan ia tidak berbuat syirik atau menyekutukan Allah swt. Maka dosa sebesar apapun bisa diampuni. Asalkan ia datang kepada Allah dengan taubat nashuhah. Taubat dengan sungguh-sungguh, dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Simak hadits berikut di bawah ini:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540.-Shahih)

Ini kabar gembira bagi para anak Adam, bahwa rahmat Allah begitu luas. Karena memang rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya, begitulah yang terdapat dalam sejumlah hadits shahih.

Kisah pembunuhan Eno Parinah memang paling sadis. Jika diterapkan hukum Allah, maka qishas, atau orang yang membunuh dibunuh pula oleh kerabatnya. Atau diberi maaf dengan sejumlah tebusan. Namun dalam posisi ini, hukum manusia yang berlaku di Indonesia. Maka apa yang harus dilakukan?

Sesungguhnya jalan pertobatan terbuka luas bagi siapa saja yang melakukan dosa. Dan Allah maha luas ampunan-Nya. Tidak pernah mengingkari apa yang dijanjikan-Nya.

Jika ditanyakan kepada ahli ibadah, bahwa bisakah taubat pembunuh Eno Parinah diterima Allah swt? Maka ahli ibadah akan menjawab tidak, sebagaimana kisah dalam hadits di atas tentang jawaban rahib, karena ahli ibadah belum tentu memiliki ilmu. Namun jika ditanyakan kepada orang yang berilmu (ulama), maka mereka akan menjawab taubatnya bisa diterima, jika ia datang kepada Allah dengan taubat nashuhah.

Salah satu yang paling penting juga adalah kita mendoakan Eno Parinah, agar diampuni segala dosanya, dan diterima amal ibadahnya. Dan segala puji hanya kepada Allah swt.

Click to comment
To Top