Divonis Mati, Jessica Stres – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Divonis Mati, Jessica Stres

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin, dikenai pasal pembunuhan berencana. Alumnus Billy Blue College of Design, Sydney, itu diancam hukuman mati. Mulai kemarin (27/5) Jessica resmi menginap di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Kepala Kejari Jakpus Hermanto menerangkan, penyerahan tahap kedua berkas Jessica sudah dilakukan. Ketika dilakukan penelitian oleh jaksa penuntut umum (JPU), seluruh persyaratan sudah terpenuhi. 

“Karena lengkap, tersangka dititipkan di Rutan Pondok Bambu selama 20 hari ke depan,” ujarnya kemarin.

Selain Jessica, ada 37 barang bukti yang diserahkan. Seluruh barang bukti itu dibawa dengan satu kontainer. Seluruh barang bukti juga sudah diterima jaksa. Barang bukti tersebut masih disimpan di Kejari Jakpus.

Bukan hanya itu, Kejari Jakpus juga sudah menyiapkan tim JPU andal. Tak tanggung-tanggung, unsur JPU yang akan menuntut Jessica merupakan tim gabungan dari Kejagung, Kejati DKI Jakarta, dan Kejari Jakpus. Tim tersebut berisi jaksa terbaik di Jakarta. “Jumlahnya banyak, tapi belum saya tanda tangani,” ujar Hermanto lagi.

Meski demikian, Hermanto membocorkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dakwaan. Jessica akan dikenai pasal 340 juncto pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Saat ini JPU akan langsung bekerja se­hingga kasusnya bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakpus dalam waktu dekat. “Ancamannya hukuman mati,” tegasnya.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian sahabatnya, Wayan Mirna Salihin, di sebuah kafe di pusat perbelanjaan Jakpus 6 Januari lalu. Setelah ditetapkan tersangka sejak 29 Januari, Jessica mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya. 

Kemarin Jessica baru akan dipindahkan setelah Kejati DKI Jakarta menyatakan berkas perkaranya lengkap. Pernyataan lengkapnya berkas perkara Jessica keluar hanya dua hari menjelang berakhirnya masa penahanannya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, sebelum penyerahan ke kejaksaan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Jessica. Salah satunya adalah melakukan pemeriksaan tes kehamilan, kemudian general checkup. “Hasilnya negatif dan tersangka dalam kondisi sangat sehat,” ujarnya di main hall Mapolda Metro Jaya.

Menurut Awi, bolak-baliknya berkas selama ini memang disebabkan penafsiran berbeda antara penyidik dan jaksa. Namun, penyidik berupaya dengan keras selalu mengikuti permintaan jaksa peneliti. 

Sehingga pada akhirnya jaksa menerima berkas tersebut dan menetapkan berkasnya sudah lengkap serta dapat dilanjutkan untuk persidangan.

Yudi Wibowo Sukinto, salah seorang kuasa hukum Jessica, menerangkan bahwa kliennya itu mengalami stres dan ketakutan ketika akan masuk ke Rutan Pondok Bambu. Sebab, Jessica baru kali pertama pindah ke dalam rutan. “Dia juga tegang dan shock,” ujarnya.

Yudi membenarkan bahwa berat badan kliennya turun. Selama ditahan di mapolda, berat badan Jessica turun sekitar 6 kg. Namun, menurut Yudi, seharusnya kehidupan di Rutan Pondok Bambu jauh lebih enak. 

Kemarin Jessica bertemu pula dengan ibundanya. Imelda, ujar Yudi, sempat membawakan ma­kanan dan pakaian. Namun, pertemuan sang ibu dan Jessica hanya berlangsung lima menit.

Kepala Rutan Pondok Bambu Ika Yusanti menegaskan, Jessica tidak akan mendapatkan perlakuan khusus dari pihaknya. Saat ini kamar di Rutan Pondok Bambu sudah penuh.

Karena itu, sejumlah tahanan seperti Angelina Sondakh dan Dewie Yasin Limpo juga berdesak-desakan dengan tahanan lain. 

Ika menjelaskan, seluruh tahanan di sana akan mendapat makanan yang sama setiap harinya. Termasuk soal jadwal besuk, tahanan maupun narapidana sudah diatur dan tak ada jadwal kunjungan khusus. “Untuk makan sama lah, nasi, sayur, lauknya,” ujar dia. (nug/c9/kim)

loading...
Click to comment
To Top