Waduh! Pak Akom Marah: DPR Hancur Digebukin – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Waduh! Pak Akom Marah: DPR Hancur Digebukin

FAJAR.CO.ID, BATAM – Ketua DPR RI Ade Komarudin mengatakan lembaga yang dipimpinnya sudah cukup lama hancur karena terus-menerus digebuk. Pihak yang menggebuki, menurut Ade, bukan orang luar, tapi wartawan yang sehari-hari juga meliput di kawasan Senayan.

“DPR ini hancur lebur sudah bertahun-tahun. Yang gebukin, teman-teman juga. Tapi saya belum frustasi mengahadapi gebukan demi gebukan dan kini sedang mencari cara memperbaikinya,” kata Ade kepada jurnalis yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan DPR RI, di Kota Batam, Jumat (27/5) malam.

Sebagai contoh, kata dia, pemberitaan terkait pembuatan undang-undang. Menurut Akom sapaan Ade Komarudin, ketika baru satu bulan dirinya menjabat Ketua DPR, meluncur berita dari berbagai media yang menuding bahwa tak satu pun undang-undang yang selesai.

“Mana mungkin dalam masa 30 hari saya jadi Ketua DPR lalu bisa menghasilkan undang-undang. Padahal semua RUU yang kini ada di lembaga legislatif itu mayoritas peninggalan DPR periode sebelumnya. Untuk berita yang satu itu saya protes wartawan,” tegas Akom.

Akom mengakui, salah satu penyebab lambatnya penyelesaian pembahasan RUU menjadi UU karena terbentur dengan masalah sumber daya manusia di internal DPR.

“Ini resiko dari pemilihan langsung. Banyak orang bagus tapi tak terpilih dan banyak yang kurang bagus bisa terpilih mewakili rakyat di DPR. Ini tentunya tugas partai politik untuk memperbaikinya agar tidak semata-mata soal dapat suara tapi juga kualitas kader yang dikirim ke Parlemen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Akom menyebut kualitas wakil rakyat di zaman orde baru lebih berkualitas di banding dengan hasil pemilihan langsung di era reformasi. “Saya bandingkan anggota DPR pada zaman orde baru lebih bagus dibanding hasil pemilihan langsung sekarang,” tegasnya.

Oleh karena itu, anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat VII mengajak wartawan untuk bersama-sama memperkuat DPR.

“Saya ajak teman-teman untuk dukung DPR ini. Misalnya mengkritisi RUU minuman beralkohol (minol) dan RUU tentang Merek dan Paten yang hingga kini tidak selesai-selesaikata Akom.

Menurut Akom, media mestinya mempertanyakan alasan kedua RUU tersebut dalam pembahasannya cukup alot. Padahal sudah tiga periode keangggotaan DPR itu tak pernah tuntas. “Itu semua dibiayai oleh APBN,” pungkasnya.(fas/jpnn/fajar)

loading...
Click to comment
To Top