Listrik tak Normal, Gunakan Genset. Buumm..! Satu Keluarga Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Listrik tak Normal, Gunakan Genset. Buumm..! Satu Keluarga Tewas

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Listrik tak normal dengan cara pemadaman bergilir, Akibatnya terjadi peristiwa naas yang menimpah satu keluarga, Mereka tewas terpanggang oleh kobaran api yang mengamuk di rumahnya, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut)

Api dipicu dari ledakan mesin genset yang sengaja dipakai untuk tetap mendapatkan aliran Listrik 

Sayangnya kondisi ini membuat genset meledak, karena tegangan listrik dari sumber tenaga listrik itu melebihi kapasitas. Saat kejadian sang empu rumah tertidur dan tidak bisa menyelamatkan diri.

Korban atas kejadian ini dialami oleh Budianto (45) dan sekeluarga. Dia tewas terpanggang bersama anak dan istrinya saat tidur di rumah toko (ruko) berlantai empat, Salon Beuaty Minggu dini hari (29/5).

Para saksi menyebutkan, kebakaran yang terjadi sekira pukul 01.30 WIB. Peristiwa nahas itu  dipicu oleh bolak-balik aliran listrik di daerah tersebut pada Sabtu malam.

Korban, Budianto lalu mengoperasikan mesin genset yang berada di lantai dua ruko. Menjelang tengah malam, listrik pun kembali menyala. Korban bersama istri serta anaknya yang sudah terlelap tidur dan tidak mengetahui listrik telah menyala.

Diduga mesin genset masih beroperasi dan aliran listrik dari PLN ikut menyala membuat mesin generator itu kelebihan tenaga listrik berlebihan dan pada akhirnya meledak. Ledakan itu memicu kebakaran.

Api yang berkobar dengan cepat menjalar ke jaringan instalasi listrik. Barang-barang di dalam rumah korban pun hangus dilalap si jago merah.

Sementara penghuni rumah baru menyadari, setelah mendapati kepulan asap tebal memenuhi seluruh ruangan. Dalam keadaan panik, Budianto sempat berteriak minta tolong. Namun, banyaknya asap membuat ia dan istri berikut putranya yang masih berusia balita pingsan. Mereka tanpa sempat menyelamatkan diri.

“Pak, Budi sempat berteriak minta tolong. Tapi karena rumahnya permanen dan menggunakan pintu lapis besi, saya sulit menerobos masuk,” ucap, Eddy (38) penjaga malam di rumah korban yang dilansir dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), Minggu (29/5).

Api pun menjalar ke ruko di sebelah, tempat mereka tinggal. Edy pun lantas beteriak membangunkan warga agar segera turun dan membuka pintu besi di lantai dasar.

Sedangkan, Budianto, anak serta istrinya tidak dapat turun karena terjebak kobaran api. “Dua ruko ini milik pak Budi, cuma anak perempuannya tidur di ruko sebelah bersama pekerja salon. Dia sama istri dan anak bungsunya tidur di ruko yang terbakar,” imbuh Edy.

Kebakaran baru dapat dipadapamkan setelah Sebanyak tujuh unit armada mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan yang tiba di lokasi kejadian.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas pun  pun naik ke lantai dua untuk mencari keberadaan ketiga korban. “Kalau dilihat asal api dari dapur di lantai dua, kemungkinan mesin genset yang tidak dimatikan terbakar saat listrik PLN hidup,” sebut Edy.

Dari dalam rumah, ditemukan jasad, Budianto, Sri Hartati dan M Fahri Aziz dalam kondisi gosong.

Aparat Polsek Medan Labuhan yang mengevakuasi ketiga mayat korban, lalu membawanya ke RSU dr Pirngadi Medan untuk diotopsi.

Kapolsek Medan Labuhan, AKP Yasir Ahmadi  mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab dari terjadinya kebakaran di rumah yang juga digunkaan sebagai tempat salon itu. Dugaan sementara atas tewasnya tiga korban akibat hubungan arus pendek arus listrik.

“Dugaan karena arus pendek listrik. Tapi kepastian penyebabnya masih diselidiki. Kami masih mengumpulkan bukti dan saksi. Untuk jasad ketiga korban sudah dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan guna diotopsi,” terang Yasir. (rul/iil/JPG/fajar)

loading...
Click to comment
To Top