Madrid Akhiri Kutukan di Giuseppe Meazza – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Madrid Akhiri Kutukan di Giuseppe Meazza

FAJAR.CO.ID, MILAN – Real Madrid sukses menghilangkan kutukan pada partai final Liga Champions menghadapi Atletico Madrid, Minggu (29/5/2016). Madrid yang biasa dihantui kutukan setiap tampil di Stadion Giuseppe Meazza atau San Siro, di Kota Milan, Italia, justru kini lenyap.

Padahal selama ini, Los Blancos acap kali menghadapi semacam kutukan Stadion Giuseppe Meazza di San Siro, yang menjadi venue partai final.

Bagaimana tidak, dari 14 kali berlaga di Giuseppe Meazza, mereka tak pernah mencatat kemenangan. Tentu bukan catatan yang menguntungkan untuk tim asuhan pelatih Zinedine Zidane tersebut. Namun, semua capaian negatif itu sirna dalam laga final Liga Champions 2016 di San Siro.

Padahal, Kota Milan menjadi tempat yang paling sering dikunjungi Madrid selama tampil di kompetisi kasta teratas Eropa itu. Melebihi jumlah penampilan Madrid di Munich, yaitu 12 kali.

Baik itu di Liga Champions (sebelumnya bernama European Cup), Piala UEFA, atau Piala Winners, kemenangan selalu enggan menghampiri Madrid di Giuseppe Meazza. Madrid juga selalu kesulitan mencetak gol setiap berlaga di Giuseppe Meazza. Sejauh ini, mereka cuma sanggup menorehkan 6 gol dan kebobolan 21 kali!

Hasil paling negatif adalah kala mereka dihajar 0-5 oleh tuan rumah, AC Milan, yang diasuh pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi, pada 19 April 1989.

Tak cuma Madrid, Cristiano Ronaldo secara personal pun turut merasakan kutukan Giuseppe Meazza. Dari tiga kali berkunjung ke sana, Ronaldo gagal mencetak gol atau meraih kemenangan untuk tim yang dibelanya.

Giuseppe Meazza menjadi salah satu dari beberapa stadion di Eropa yang masih urung dibobol megabintang asal Portugal itu.

Nasib berbeda dengan Gareth Bale, yang justru pernah mencicipi mencatat hat-trick kala berama Tottenham Hotspur mengalahkan Inter Milan pada 2010 di Giuseppe Meazza.

Nasib tak kalah buruk juga dialami Zidane. Kala masih bermain di Serie A, legenda timnas Prancis itu hanya sekali memetik kemenangan di Giuseppe Meazza selama lima musim bereragam Juventus. Namun, satu-satunya kemenangan yang diraih cukup berkesan, yaitu dengan skor 6-1 atas Milan.

Dengan sederet tren negatif itu, wajar jika skuat Madrid sedikit agak cemas menghadapi pertandingan. Jika ingin menang, mereka harus yakin bisa mengakhiri kutukan Giuseppe Meazza.

Namun, kecemasan itu berakhir happy ending. Real Madrid tampil sebagai juara Liga Champions 2015/2016. Mereka menjadi juara setelah mengalahkan Atletico Madrid via babak adu penalti.

Di babak adu penalti, hanya satu penendang yang gagal, yakni Juanfran. Namun, gagalnya tendangan Juanfran –yang mengenai tiang gawang– sudah cukup untuk memukul Atletico.

Penendang kelima Madrid, Ronaldo, menjalankan tugasnya dengan baik. Madrid pun keluar sebagai juara Liga Champions 2016. (kan/ps/par)

To Top