Menteri Susi Bagi-bagi Nomor Ponselnya ke Para Nelayan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Menteri Susi Bagi-bagi Nomor Ponselnya ke Para Nelayan

112756_167040_Susi_Pudjiastuti

FAJAR.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Nelayan di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung dititipkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk melaporkan adanya tindakan pencurian ikan atau penangkapan ikan secara ilegal oleh pihak tak bertanggungjawab.

Agar laporan itu dapat ditindaklanjuti lebih cepat, Menteri Susi membagikan nomor ponselnya kepada nelayan. Dengan adanya nomor ponsel tersebut, nelayan dapat mengirimkan pesan singkat atau SMS sehingga tindakan illegal fishing dapat dengan cepat ditindak. Adapun nomor SMS tersebut, 0811211365.

Ditegaskannya, nomor ponsel tersebut aktif 24 jam untuk menjaring keluhan serta laporan para nelayan.

“Kalau ada praktik tidak betul, laporkan! Nanti saya akan teruskan ke polri, TNI, atau kejaksaan untuk memastikan kebenarannya. HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) juga harus bikin kelompok satgas untuk menghindari tangkapan ikan yang tidak ramah kingkungan,” pesannya yang dilansir dari Radar Lampung (Fajar Group) Minggu (29/5).

Dalam kesempatan kunjungan Susi ke Bandarlampung, Sabtu (28/5), dia meminta meminta agar laut dapat menjadi masa depan bangsa. Dia mengimbau agar tidak ada penebangan hutan bakau serta tindakan reklamasi pantai tanpa tujuan jelas.

Menurutnya, pemerintah daerah harus bisa membantu visi pemerintah pusat untuk membangun sektor bahari.

“Reklamasi bisa dilakukan bila tidak ada pilihan lain. Seperti bila memang sudah bebar-benar menyangkut kepentingan masyarakat luas. Semisal pembangunan pelabuhan itu masih bisa dipahami. Tapi kalau untuk kebutuhan komersil semata bisnis saja atau bangun hotel ya nggak perlu lah denggan reklamasi pantai,” tegasnya.

Kehadiran Susi di Bandarlampung utnuk memperingati HUT HNSI ke-43. Dia meminta HNSI sebagai gerakan perkumpulan independen dari organisasi nelayan untuk memajukan profesionalisme kenelayanan. Jangan sampai ikut politik praktis atau menjadi anak dari organisasi lain.

“Se-Indonesia anggota HNSI bisa mencapai lima juta orang. Jangan sampai ini dimanfatkan untuk politik praktis. Memberikan sikap politik boleh, tapi jangan mau diperdaya politik praktis,” katanya. (sur/cw2/fik/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top