SADIS! Bocah SD Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai dengan 25 Tusukan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

SADIS! Bocah SD Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai dengan 25 Tusukan

ilustrasi-mayat-2

FAJAR.CO.ID, KALIANDA – Aksi pembunuhan semakin menjadi-jadi. Tidak hanya menyasar orang dewasa atau pun wanita. Anak kecil pun tak luput jadi sasaran. Buktinya warga di sekitar pantai Ketang, Wayurang, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung dihebohkan dengan penemuan mayat seorang bocah dengan 25 luka tusukan di sekujur tubuhnya, Sabtu (28/9). Diketahui mayat itu seorang siswa kelas 6 SD bernama Sabilal Gibran (13).

Mayat Sabilal pertama kali ditemukan oleh Sujai (47) dan Rahmat (35), sekira pukul 05.30 WIB di sebuah pohon mati tak jauh dari tembok ujung sebelah kanan tambak milik Acai.

Informasi yang dihimpun Radar Lampung (Fajar Group) saat ditemukan, mayat Sabilal ditemukan dalam posisi tertelungkup. Waktu itu korban hanya mengenakan celana jeans panjang hitam tanpa baju.

Diketahui nama korban adalah Sabilal, setelah paman korban, Edi Zulkarnain (56), mengenalinya mayat tersebut. Warga Maja, Kalianda Lamsel ini tercatat sebagai siswa Sekolah Dasar (SD) di Serang, Provinsi Banten.

Edi Zulkarnain menduga keponakannya tewas karena dibunuh. Sebab di tubuhnya banyak ditemukan luka tusukan dan lebam. Lantas korban dibawa aparat kepolisian ke rumah sakit. Dari hasil visum Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda didapatkan informasi setidaknya 25 luka tusukan di tubuh korban.

“Sekitar 25 tusukan. Pas kami hitung kalau di punggung ada 14 tusukan, paha kiri 2 tusukan, perut bagian bawah 2 tusukan, dada kiri 3 tusukan, leher 1 dan lengan kiri 3 tusukan,” kata dr Adi usai memeriksa kondisi mayat korban.

Dokter rumah sakit itu mengungkapkan, jumlah luka itu bisa saja bertambah. Karena 25 tusukan itu baru hasil penghitungan sementara. Selain ada  di bagian punggung korban juga banyak luka dan sayatannya. Jumlahnya di sisi itu belum dihitung.

dr Adi memperkirakan korban dibunuh sekitar 4 jam sebelum ditemukan. Hal ini terlihat dari luka-luka di tubuh korban yang masih baru. “Kalau perkiraan saya tidak sampai sehari, tapi lebih dari 4 jam,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kalianda AKP Heti Patmawati mengaku belum dapat memastikan motif pembunuhan korban. “Kalau hasil sementara karena begal (curas), tapi kami belum dapat memastikan, karena masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap AKP Heti Patmawati .

Dia melanjutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang tega membunuh korbannya hingga puluhan tusukan. “Pelakunya masih kami telusuri. Kami sudah meminta keterangan dari paman korban. Saksi-saksi yang menemukan mayat itu juga sudah kami mintai keterangan,” katanya. (yud/fik/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top