Saking Cintanya ke PSM, Anaknya Diberinama: Jayalah PSM Reski Ilahi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Saking Cintanya ke PSM, Anaknya Diberinama: Jayalah PSM Reski Ilahi

Jpeg

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Begitu cintanya kepada Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM), hingga salah satu dari dua anaknya diberinama Jayalah PSM Rezki Ilahi. 

Iya, Dia adalah Daeng Uki, Pria kelahiran Sidrap Sulawesi Selatan ini, merupakan Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ), Dialah yang mengkoordinir Supporter saat PSM Makassar bertanding. Saking sibuknya mengurusi LAJ, dia kerap ditegur oleh sang istri. 

Laporan: Arif Al-Qadri (BKM/Fajar)

Daeng Uki beralasan, nama Jayalah PSM Reski Ilahi sengaja ia sematkan bagi anaknya agar kelak ia bisa mengikuti jejak bapaknya. Memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar untuk tetap berjaya.

“Waktu saya kasih nama anak bungsu saya seperti itu, saya sempat kena marah, terutama dari mamanya dan orang tua saya.

Tapi saya tetap menjawab, inilah bentuk dukungan saya terhadap PSM Makassar. Saya berharap anak saya dapat memberikan dukungan penuh kepada PSM,” ujarnya.

Karena seringnya menghabiskan waktu untuk tim kesayangannya, Uki mengaku nyaris diceraikan sang istri. Bermula saat dia medapat larangan menonton pertadingan sepakbola oleh istrinya.

Namun dia tetap memaksa untuk pergi, dan sempat mengeluarkan kata-kata bahwa dirinya punya dua istri. Istri pertama adalah PSM, dan istri keduanya adalah wanita yang saat ini telah memberikan dua anak.

“Dulu istri sempat marah, bahkan mau ceraikan saya karena saya mengaku punya dua istri. Tapi lama kelamaan istri saya bisa mengerti dan mengizinkan saya untuk tetap menjadi supporter PSM,” terangnya.
Sedikit berkisaha. dilansir Berita Kota makassar (Fajar Group). 

Daeng Uki ternyata dulunya seorang perantau yang mengunjungi berbagai daerah untuk mencari kerja demi mendapatkan uang. Hal itu dia lakukan setelah lulus dari STM pada tahun 80-an.
Hal itu dilakukan, karena Daeng Uki berasal dari keluarga yang sederhana. Diapun kemudian memilih untuk mandiri mencari uang agar dapat bertahan hidup.

Dia baru menetap di Makassar pada tahun 1990. Ketika itu dia sudah senang menonton bola. Seiring berjalannya waktu, dia membentuk LAJ di tahun 2010 dan tetap eksis hingga sekarang.
Ditanya tentang permainan PSM dalam beberapa tahun terakhir, Uki mengklaim biasa-biasa saja. Kemungkinannya, karena sudah banyak pemain andal PSM yang pindah dan bergabung dengan club lain.

“Kalau saya lihat permainan PSM biasa saja seperti tahun lalu. Meski begitu, saya tetap menjadi pendukung fanatiknya,” tandasnya. (*/rus/bkm/fajar)

loading...
Click to comment
To Top