Bila Hati Keras, Berdoalah untuk Hati yang Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Samudera Ilmu

Bila Hati Keras, Berdoalah untuk Hati yang Baru

aflesh

FAJAR.CO.ID, – Celingak-celinguk, galau-gelisah dan perasaan gundah-gulana sudah beberapa hari ini, terus menggelayut di hatinya. Hingga kelak tiba, dia sudah tak kuasa lagi menanggung keresahan hatinya itu. Segera, ia pergi meminta solusi pada salah seorang alim di zamannya.

“Wahai Ibnu Mas’ud” Seru si Fulan. Ia memilih salah satu sahabat Nabi ini untuk meminta solusi, atas kegalauan hatinya.

“Berilah nasihat yang dapat dijadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan” ujarnya. “Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram. Jiwaku selalu gelisah dan pikiran pun terasa kusut masai. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.”

“Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu,” jawab Ibnu Mas’ud menasehati, sehabis mendengar seksama hal-ihwal si Fulan. “Maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang yang membaca Alquran, kau baca Alquran atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian ber-khalwat-lah untuk menyembah-Nya”

Dengan saksama si Fulan menyimak. Ibnu Mas’ud pun terus melanjutkan, “Misalnya di tengah malam buta, ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, memohon ketenangan jiwa, ketentraman pikiran, dan kemurnian hati kepada-Nya. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu.”

***
Masya Allah, pernahkah kita berdo’a agar digantikan hati, diberi hati yang baru tersebab kerasnya? atau berusaha untuk mencairkannya?

Besi dicairkan dengan api dunia, demikian kata Ibnu Qayyim, tapi hati terkadang lebih keras dari besi hingga ia perlu dicairkan dengan api neraka [ayat-ayat tentang neraka]

Maka jika hati kita tak jua mencair karena ayat-ayatNya, maka mungkin itu bukan hati kita lagi. Gantilah ia.

Bila saja organ hati jasadi, yang terkena sirosis, atau penyakit kanker lainnya, perlu trasnplatasi atau ganti hati. Maka kenapa tidak, untuk hati yang maknawi?

Maka mari tiap-tiap kita tengok hati. Berapa banyak toksin yang terkumpul di sana. Carilah resep agar terbuang toksinnya.

***
Ya Allah, bila hati ini bukan lagi milikku ya Allah, maka tolong gantilah ia dengan yang baru. Ya Allah, sungguh ku adukan padaMu kerasnya hati ini.

Ya Muhaimin, rasanya betapa keras bila ku ajak ia berdamai. Maka ku adukan ia padaMu, duhai yang melembutkan besi untuk Daud. Duhai yang membelah batu lalu meluncur mata air-mata air sumber kehidupan. Ku adukan ia padaMu, wahai yang membolak balikan hati. Kurniakanalah aku hati yang khusyu.

Ya Rabbi, hanya kepadaMu kami mengemis. wahai yang kasih sayangnya melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Kasihanilah kami

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” [QS Al Baqarah 286]

loading...
Click to comment
To Top