Ditangkap di Singapura, La Nyalla Langsung Diserahkan ke Kejagung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Ditangkap di Singapura, La Nyalla Langsung Diserahkan ke Kejagung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – La Nyalla Mattalitti, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Jawa Timur, rencananya akan dipulangkan ke Indonesia, Selasa (31/5) petang. La Nyalla dipulangkan setelah dokumen keimigrasiannya dicabut dan berstatus sebagai penduduk over stay.

“Bahwa benar saudara LN dalam posisi over stay di Singapura dan diserahkan kepada pejabat Imigrasi di KBRI Singapura untuk proses pemulangan ke Indonesia,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Ditjen Imigrasi Heru Santoso melalui pesan singkat, Selasa.

Dia menambahkan, pihak Imigrasi telah memberikan La Nyalla Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk sekali jalan ke Indonesia.

La Nyalla saat ini dikawal oleh petugas imigrasi dari KBRI Singapura. Ketua Umum PSSI tersebut akan kembali ke Indonesia dengan pesawat GA 835, dengan rute penerbangan Singapura – Jakarta.

Rencananya, La Nyalla tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada jam 19.30 WIB dan langsung diserahkan kepada penyidik Kejaksaan.

Sebelumnya, Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung, sprindik baru untuk La Nyalla baru dikeluarkan pada hari ini (30/5). Sprindik kembali dikeluarkan usai Pengadilan Negeri Surabaya menerima gugatan praperadilan yang diajukan anak La Nyalla dan membatalkan status tersangka pada Senin (23/5).

“Betul sprindik baru untuk la Nyalla sudah dikeluarkan untuk perkara tindak pidana korupsi di Kadin,” kata Maruli saat dihubungi wartawan.

La Nyalla sampai saat ini diduga masih berada di Singapura. Ia berada di sana setelah ditetapkan menjadi tersangka awal bulan lalu.

Menurut Maruli, kejaksaan masih terus memburu La Nyalla. Namun, pemulangan sang buron belum dapat dilakukan karena tidak adanya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo juga mengatakan bahwa lembaga adhyaksa akan mengeluarkan sprindik baru untuk La Nyalla. Namun, Prasetyo enggan menyebut tanggal pasti penerbitan sprindik bagi La Nyalla.

“Kepala Kejati Jawa Timur akan mengeluarkan sprindik baru. Jangan tanya saya (waktunya kapan),” kata Prasetyo di Kejagung, Jumat (27/5).

La Nyalla ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp5,3 miliar. Ia diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012. (elf/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top