INI GILA! Pemerkosaan Massal, Bocah SD Digilir 21 Pemuda, Seminggu 3 Kali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

INI GILA! Pemerkosaan Massal, Bocah SD Digilir 21 Pemuda, Seminggu 3 Kali

Bocah SD Digilir 21 Pemuda

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang begitu memilukan lagi-lagi terjadi. Yang jadi korban kali ini adalah SR, 12, siswi kelas 6 SD kawasan Penggaron, Pedurungan, Semarang Jateng. Dia diperkosa 21 pria secara bergiliran

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Semarang, (Fajar Group), sebelum diperkosa, si bocah terlebih dulu dicekoki pil koplo jenis Trihexyphenidyl. Aksi pemerkosaan massal itu dialami korban sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda dalam sepekan. 

Kali pertama terjadi pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 00.00 di sebuah gubuk persawahan. Pelakunya diduga berjumlah tujuh orang.

Berikutnya, pada Kamis (12/5) lalu, korban diperkosa di dekat depo pasir. Kali ini, diduga pelakunya 12 pemuda. Dan, yang terakhir dilakukan pada Sabtu (14/5) lalu. Diduga dia diperkosa dua pemuda di sebuah gubuk pembuatan batu bata merah.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang, AKP Kumarsini, mengaku, telah mendapat laporan adanya dugaan pemerkosaan tersebut.

Menurutnya, laporan itu datang langsung dari pihak keluarga korban. ”Ini baru saja bapaknya melapor,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (30/5).

Terkait kronologi dan banyaknya pelaku, Kumarsini masih enggan memberikan keterangan secara detail. Namun demikian, dalam pelaporan yang diterimanya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (14/5) lalu.

”Kalau menurut keterangan dari versi pelapor, kejadiannya si korban dibawa ke TKP (tempat kejadian perkara) lalu disetubuhi,” ujarnya, seperti dikutip dari Radar Semarang (grup pojoksatu.id), Selasa (31/5/2016).

Sedangkan TKP yang dimaksud, Kumarsini juga belum bersedia menyebutkan secara detail. Pasalnya, saat korban diminta menunjukkan lokasi pemerkosaan, masih kebingungan untuk menjelaskan. ”Sudah dikeler TKP-nya nggak ketemu. Masih peteng (gelap), Mas. Ini kami masih lidik-lidik (melakukan penyelidikan) untuk laporan tersebut,” tandas Kumarsini. (one/ps)

loading...
Click to comment
To Top