Kodong…Tiga Wanita Dianiaya dan Dirampok di Dalam Tokonya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kodong…Tiga Wanita Dianiaya dan Dirampok di Dalam Tokonya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Tiga Bersaudara menjadi korban perampokan bertopeng, di Toko Sahidah Sari, Jalan Borong Jambu V Nomor 597, Blok I, Perumnas Antang Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Pada sabtu (28/5), sekitar pukul 18.10 Wita.

Pelaku bukan saja melakukan perampokan, namun juga menganiaya tiga korban yang diketahui merupakan pemilik Toko  tersebut.  Para Korban Masing-masing Andi Mugnisani (17), Sahida Sari (18) mahasiswi Fakultas Pendidikan Teknologi Pertanian semester 2 Universitas Negeri Makassar (UNM) yang merupakan anak pemilik toko, dan ibunya Hj Santri (58), guru SD Borong Jambu 1.

BACA JUGA: Rayan Maut Sopir Angkot. Habis Gituan Ibunya, Anaknya Juga Ikut Dipermak

Ketiga korban yang ditemui di Rumah Sakit Ibnu Sina saat menjalani perawatan medis, mengaku pelaku menganiaya mereka dengan menggunakan balok kayu jati di bagian kepala. Penuturan H azali, suami korban Hj Santri, pelaku tiba-tiba datang ke tokonya saat dirinya sedang menunaikan ibadah salat Magrib di Masjid. ”Saat itu pintu dalam keadaan tertutup. Pelaku mengetuk pintu. Anak saya,

Sahidah Sari menyangka saya yang pulang dari masjid. Dia langsung membuka pintu. Begitu pintu terbuka, pelaku langsung menerobos masuk ke dalam rumah. Istri dan anak saya dihantam menggunakan balok dan kayu jati di bagian kepala,” kata H Gazali.

Aksi pelaku baru berhenti, setelah ketiga korban berpura-pura pingsan. Korban Andi Mugnisani sempat diikat oleh pelaku di dekat kamar mandi setelah menganiayanya. Selanjutnya, pelaku yang hanya sendirian, naik ke lantai dua.

Diapun menguras barang berharga yang ada. Diantaranya satu unit HP Samsung G5, satu HP Samsung lipat dan uang tunai sebesar Rp3 juta yang disimpan dalam laci toko. Setelah menganiaya dan mengambil harta milik korban, pelaku langsung kabur.

”Begitu pelaku keluar, barulah orang di dalam rumah berteriak minta tolong. Warga yang berdatangan langsung memblokade sekitar rumah. Tapi pelaku sudah kabur,” terang H Gazali.
Salah satu korban, Hj Santri menaruh curiga jika pelaku bukanlah orang jauh dari rumahnya. ”Ini hanya dugaan. Sepertinya biasa saya lihat orang itu dari bentuk tubuhnya, meski wajahnya tertutup,” ujarnya.

Kecurigaan itu makin kuat, sebab sebulmnya orang dengan ciri-ciri fisik seperti pelaku, terdeteksi dua kali datang berbelanja di tokonya. ”Saya curiga pada yang saya duga pelaku itu. Karena sebelumnya yang saya duga itu dua kali berbelanja di tokoku,” ucapnya saat ditemui di RS Ibnu Sina.

Sebelum dirujuk ke RS Ibnu Sina, Hj Santri sempat dibawa ke Puskesmas Antang bersama kedua keluarganya. Dari ketiga korban, yang mengalami luka cukup parah yakni Hj Santri. Kapolsek Manggala, Kompol Akbar Setiawan yang dikonfirmasi, membenarkan adanya perampokan yang terjadi di sebuah toko dan melukai tiga wanita. Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

”Memang ada kasus perampokan. Pelaku sementara dalam pengejaran. Korban merupakan satu keluarga yang berasal dari Kabupaten Soppeng. Kasusnya sementara kami tindaklanjuti,” kata Akbar Setiawan. (ish/rus/Bkm/fajar)

loading...
Click to comment
To Top