Peluru Tembus di Area Kelamin, Dokter Menyerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Peluru Tembus di Area Kelamin, Dokter Menyerah

FAJAR.CO.ID, SIDRAP- Andry Massirua alias Lasirua (17), korban peluru nyasar di Sidrap beberapa waktu lalu, kini terancam. Proyektil yang bersarang di bagian pahanya, hingga kini belum diangkat oleh dokter.

Laporan: Purmadi (Bkm/Fajar)

PIHAK Rumah Sakit Umum (RSU) Wahidin Sudirohusodo, Makassar menolak melakukan operasi. Alasannya, operasi pengangkatan proyektil di bagian paha korban membahayakan jiwanya.

“Dokternya sudah menyerah, dengan alasan peluru sudah berada di area kelamin yang sudah mengenai wilayah urat vital di bagian kelaminnya,” ujar Kadri, ayah korban, Senin (30/5).

Kadri membenarkan jika peluru yang mengenai paha putranya itu kini sudah berada di area urat kelamin. Posisinya tepat berada di sekitar empat urat yang sangat vital dan cenderung membahayakan jiwa anaknya.

“Kata dokter, di urat pertama, dapat mengakibatkan cipo darah, urat kedua dapat mengakibatkan lumpuh, urat ketiga dapat mengakibatkan lemah syahwat, dan urat keempat dapat mengakibatkan kematian,”‘ beber Kadri.

Ibunda Korban, Caddi sangat prihatin melihat kondisi kesehatan putranya itu. Setelah dipulangkan dari RSU Wahidin ke Sidrap, kata Caddi, putranya itu hanya bisa terbaring lemas di rumah.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Harapan saya satu-satunya ada rumah sakit lain yang bersedia mengangkat peluru yang masih bersarang di paha anak saya,” ujar Caddi yang ditemui di rumahnya, kemarin.

Korban yang masih berstatus pelajar SMAN 2 Unggulan Watangpulu, Sidrap itu terkena peluru nyasar saat polisi pengawal tahanan menembak salah seorang tahanan yang nekat ingin kabur.

Insiden itu terjadi di sawah, tepat saat korban ikut membantu ayahnya menanam padi di sawahnya, di Kampung Galung Aserae, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritenggae, Sidrap, Senin (23/5) lalu.

Saat kejadian, korban terkena peluru nyasar setelah salah seorang tahanan narkoba bernama Hajar mencoba melarikan diri usai sidang, yang menuntutnya 11 tahun penjara.

Korban terkena tembakan setelah peluru Brigpol Rahman menembus betis kanan terdakwa Hajar dan terpantul ke aspal. Prosedur penembakan itu, diklaim sudah sesuai SOP pengawalan tahanan dengan didahului tembakan peringatan, kemudian disusul dengan tembakan melumpuhkan.

Sebelumnya, Kapolres Sidrap, AKP Anggi Naulifar Siregar, menegaskan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas insiden yang tak disangka-sangka itu.

Anggi menegaskan, seluruh biaya yang muncul diari tindakan operasi dan perawatan korban hingga sembuh, akan ditanggung penuh oleh Polres Sidrap. (*/rus/bkm/fajar)

To Top