SIMAK: 7 Fakta Menarik Tewasnya Mahasiswa UI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

SIMAK: 7 Fakta Menarik Tewasnya Mahasiswa UI

FAJAR.CO.ID – POLRESTA Depok terus mendalami kasus tewasnya mahasiswa Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi UI Vinsensius Billy yang diduga bunuh diri di dalam kamar kosnya. Ya, mahasiswa semester delapan itu ditemukan menggelantung di dalam kamarnya sewaannya di Jalan Transmisi No 6, Kukusan, Beji, Depok, Selasa (31/5).

Setelah melakukan pengamatan dan oleh tempat kejadian perkara, polisi menyimpulkan Vinsensius tewas akibat bunuh diri. 

Berikat fakta-fakta menarik di balik kematian Vinsensius yang dianggap haram. 

1. Badan sudah keluarkan bau busuk

Mariaty adalah penjaga kos yang kali pertama menemukan Vinsensius menggelantung di dalam kamarnya di lantai 3 rumah kos itu. “Saya datang sekitar pukul 08.30. Waktu itu sudah ada bau yang tak sedap gitu,” katanya dengan suara masih gemetar.

Mariaty lalu mencari-cari sumber bau yang tak sedap tersebut. Rupanya, bau itu berasal dari kamar Vinsensius yang tertutup rapat. Penasaran, dia pun melongok melalui jendela yang tidak tertutup.

Dia langsung menjerit saat melihat pemandangan di dalamnya. Tubuh Vinsensius tergantung dan berayun-ayun. ”Saya langsung berteriak dan minta tolong,” kata Mariaty. 

2. Cara bunuh diri yang tak wajar 

Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan, leher korban terlilit tujuh putaran tali tambang. 

Kata Teguh, cara bunuh diri yang dilakukan Visensius berbeda dengan cara bunuh diri biasanya yang hanya satu ikatan. Korban, jelas Tegus, tewas dengan dua ikatan tali tambang. 

3. Ditemukan Sperma dan kotoran 

Saat tiba di tempat kejadian perkara, polisi harus mendobrak pintuk kosan Vinsensius dengan linggis agar bisa masuk.  Ketika jasad Vinsensius diperiksa, polisi menemukan sperma dan kotoran. 

”Ketika ditemukan, keluar sperma dari kemaluan korban dan kotoran dari dubur,” ungkap Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho.

4. Bunuh diri atau dibunuh?

Hasil sementara, polisi yakin Vinsensius bunuh diri. Beberapa petunjuk yang memperkuat bahwa mahasiswa semester delapan Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi (FE) UI itu bunuh diri adalah pintu kamar korban terkunci dari dalam. 

Artinya, ketika peristiwa itu terjadi, Vinsensius hanya sendiri. 

Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda korban tewas dibunuh. Bahkan, tidak ada barang-barang di kamar korban yang hilang.

5. Jarang bersosialisasi

Berdasar keterangan para saksi, dalam kehidupan sehari-hari, korban jarang bersosialisasi dengan penghuni kos.

6. Sempat mengeluh

Kapolresta Depok AKBP Harry Kurniawan mengatakan, mahasiswa Fakultas Ekonomi UI itu sempat mengeluh terserang migrain pada keluarga.

“Jadi sehari sebelum tewas dia mengeluh sakit, sakit migrain katanya kepada keluarganya. Sejumlah keluarga korban sudah kami periksa,” kata Harry kepada JawaPos.com, Selasa (31/5).

7. Bunuh diri karena…

Berdasar keterangan salah seorang teman kampusnya, nilai kuliah korban tidak sesuai keinginan karena jauh di bawah indeks prestasi kumulatif (IPK).  ”Dari semester empat ke atas, korban dapat IPK di bawah 3,” terangnya.

Diduga, hal itu menjadi penyebab korban rela untuk mengakhiri hidupnya. Namun, Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho menyatakan semua itu merupakan hasil sementara. (raf/c5/ano)

To Top