Ternyata Anggota Dewan yang Tewas itu Ditembak Dulu baru Dimutilasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ternyata Anggota Dewan yang Tewas itu Ditembak Dulu baru Dimutilasi

POLDA Sumatera Selatan menemukan fakta baru terkait kasus mutilasi anggota DPRD Bandarlampung M Pansor yang jasadnya dibuang di aliran sungai OKU Timur, Sumatera Selatan pada 21 April 2016 lalu. Ada dugaan baru bahwa sebelum dimutilasi, wakil rakyat itu ditembak terlebih dahulu.

”Di bagian kaki sebelah kanan korban ada luka tembak. Semuanya kita masukkan di dalam laporan. Dan ini jadi bahan penyidik memburu pelaku sekaligus bahan informasi Polda Lampung,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo kepada RMOLSumsel (JPNN Group), Selasa (31/5).

Selain menyebut dugaan awal M. Pansor lebih dulu ditembak baru dimutilasi, Kapolda juga membenarkan jika kematian M. Pansor bermotif asmara dan dendam. Namun, saat disinggung kabar santer yang beredar korban tewas ditangan pembunuh bayaran, Djoko Prastowo hanya menjawab singkat. ”Semua kemungkinan kita dalami,” katanya.

Yang pasti, kata Djoko, kasus ini awalnya sulit. Sebab, hanya ditemukan beberapa potongan tubuh saja. Yakni pada 21 Mei ditemukan kepala, kaki sebelah kanan dan kaki sebelah kiri di jalan lintas OKU Timur.

Tak jauh dari lokasi pada 4 Mei, kembali ditemukan tulang panggul dan tulang lengan sebelah kiri. “Potongan-potongan tubuh tersebut setelah dicek merupakan satu kesatuan dari tubuh korban,”lanjutnya.

Menurutnya saat ditemukan potongan tubuh itu tidak bisa langsung dipastikan milik siapa. Sebab, potongan tubuh itu sudah mengalami kerusakan.

Sebelum sumber Sumatera Ekspres (JPNN Group) menyebutkan dugaan asmara dan dendam jadi motif penyelidikan mengacu pada keterangan saksi-saksi dan sejumlah barang bukti yang disita. Diantaranya sim card milik korban. ”Semua masih diselidiki, kita mengarah kesana, masih didalami,” singkatnya.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradoto mengatakan, saat dilakukan autopsi, memang ditemukan adanya potongan tubuh yang dilakukan dengan teratur. Artinya, pemotongan itu dilakukan dengan benda tajam.

“Pada potongan tubuh itu memang beraturan dan ada garis lurus yang pastinya karena benda tajam. Ini yang mengungkap bahwa korban telah sengaja dibunuh dan dimutilasi,” kata Soesilo.(sri/rmolsumsel/jpg/ary)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top