Dijanji Lulus Pada SBMPTN di Makassar, Bayar Joki Rp250 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dijanji Lulus Pada SBMPTN di Makassar, Bayar Joki Rp250 Juta

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Praktik perjokian kembali terungkap dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dua orang peserta ujian di lokasi berbeda berhasil diamankan, Selasa (31/5).

Kasus pertama terjadi di lokasi ujian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unhas. Seorang perempuan berinisial U diketahui menerima jawaban melalui handphone.

Terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan pengawas terhadap gerak gerik peserta ujian itu, yang belakangan diketahui berasal dari salah satu SMA di Ambon, Maluku. Usai mengikuti ujin, U kemudian dibawa oleh panitia ke salah satu hotel di bilangan pinggir Pantai Losari.

”Panitia bersama aparat kepolisian meminta keterangan dari dia (U) terkait praktik perjokian. Diketahui, ada delapan orang dalam jaringan ini. Kuat dugaan ada diantaranya orang Sulsel. Kemungkinan guidenya,” ungkap Kepala Humas Unhas, M Dahlan Abubakar, kemarin.

Dalam kasus ini, Dahlan mengindikasikan terjadinya penipuan. Sebab dari pengakuan U diketahui jika dia sudah membayar Rp50 juta. Uang itu merupakan panjar. Sebab jika dinyatakan lulus, dia harus menambah lagi pembayaran sebesar Rp200 juta. Artinya, U diwajibkan membayar Rp250 juta kepada joki.

Di tempat terpisah, tepatnya di SMA 21, praktik perjokian juga terungkap. Seorang peserta laki-laki berinisial AI juga kedapatan menerima kunci jawaban melalui telepon selularnya. Ia kemudian dibawa ke kantor polisi setempat untuk menjalani pemeriksaan.

”Dua-duanya langsung didiskualifikasi. Artinya, yang membayar Rp50 juta itu rugi besar. Karena sudah bayar tapi tidak bisa lulus,” tegas Dahlan.

Kenapa HP bisa masuk dalam ruang ujian? Dahlan menjelaskan bahwa pengawas tidak bisa melakukan penggeledahan secara detail terhadap para peserta ujian.

”Kalau memang sudah ada niat, pasti pelakunya bisa memasukkan HP ke dalam ruangan. Karena pengawas tidak bisa menggeledah. Mereka hanya bisa mengimbau peserta untuk tidak membawa masuk HP dan menyimpannya di depan kelas,” terangnya.

Sementara SBMPTN di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, tepatnya di Fakultas Ilmu Pendidikan, diwarnai aksi demo. Sekelompok mahasiswa FIP mendesak untuk diperbolehkan masuk ke dalam kampus guna melaksanakan kegiatan. Namun mereka tidak diperbolehkan.

Pembantu Dekan III FIP UNM, Pattaufi mengklaim, pihaknya telah melakukan upaya maksimal demi lancarnya pelaksanaan SBMPTN. Kalaupun ada riak, seperti demo mahasiswa yang ingin masuk pada saat ujian berlangsung, pihaknya akan membahasnya guna kelancaran pelaksanaan SBMPTN tahun-tahun berikutnya.
Secara umum, Dahlan menambahkan, pelaksanaan SBMPTN yang dilaksanakan Unhas berjalan lancar. Tidak ada gangguan berarti. (ita/rus/bkm/fajar)

To Top