Divonis 7 Tahun, OC Kaligis Ajukan Kasasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Divonis 7 Tahun, OC Kaligis Ajukan Kasasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengacara kondang OC Kaligis tak terima begitu saja vonis penjara tujuh tahun dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Ayah artis Velove Vexia itu pun langsung mengajukan upaya kasasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Betul (ditolak). Malah sudah ajukan kasasi, sudah buat memori kasasi,” kata Kuasa Hukum OCK, Humphrey Djemat saat dihubungi, Jumat (3/6).

Humphrey mengatakan, kliennya tidak menerima putusan yang dijatuhkan PT DKI tersebut. Pasalnya, OC juga keberatan dengan hukumannya selama lima tahun enam bulan penjara dari pengadilan tingkat pertama.

Selain itu, terdakwa suap ke hakim dan panitera PTUN Medan tersebut juga keberatan lantaran terdakwa lain dalam kasus yang sama divonis dengan hukuman yang lebih ringan. Misalnya, anak buah OCK M Yagari Bhastara serta hakim dan panitera PTUN yang hukumannya di bawah lima tahun penjara.

Gary beserta tiga hakim dan seorang panitera PTUN Medan tersebut memang dicokok KPK lebih dulu dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Juli 2015 lalu. ‎

‎”Bahwa putusan PT itu kita anggap tidak benar, kita menyatakan bahwa Pak OC kan bukan di-OTT, tapi pihak lain,” ujar Humphrey.

Terkait kasasi yang telah diajukan, dia berharap kliennya bisa dijatuhi hukuman seringan-ringannya. Mengingat usia OC Kaligis yang sudah lebih dari 70 tahun. ‎‎

PT DKI menolak banding OC Kaligis pada 19 April 2016. Hukumannya diperberat menjadi tujuh tahun. Di pengadilan tingkat pertama, Kaligis divonis lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan putusan terhadap OC Kaligis pada Desember 2015 lalu. Kaligis divonis hukuman pidana penjara selama lima tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menyatakan OC Kaligis terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyuap hakim dan panitera PTUN Medan. Kaligis bertindak bersama anak buahnya M Yagari Bhastara (Gary), Gubernur nonaktif Sumutera Utara Gator Pujo Nugroho dan istri Gatot, Evy Susanti.

Suap sebesar SGD 5.000 dan USD 27.000 itu diberikan untuk memengaruhi putusan perkara yang digugat Pemprov Sumut ke PTUN Medan. Yaitu terkait penyelidikan dugaan korupsi dana bansos dengan tersangka Gatot Pujo Nugroho. (put/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top