Muna Makin Membara, Empat Rumah dan Tiga Ruko Terbakar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Muna Makin Membara, Empat Rumah dan Tiga Ruko Terbakar

FAJAR.CO.ID, RAHA — Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tahap II di dua TS di Raha, Kabupaten Muna membuat daerah itu benar-benar membara. Kobaran api silih berganti terjadi, namun hingga kini Polisi masih belum menemukan tersangka. Bahkan, polisi terus berkelit bahwa, situasi di Muna masih kondusif. Faktanya, Muna justru makin membara. Setelah terbakarnya rumah Lurah Raha 1, pasar Laino serta kendaraan roda empat, Kamis (2/6) tiga unit ruko dan empat rumah juga ludes di lalap si jago merah.

Rumah yang terbakar itu milik Wa Daya, La Pamili, Arifin, dan La Juta. Rumah yang terletak di Jalan Sawerigading, Kelurahan Butung-Butung, Raha, Muna, itu musnah menjadi abu. Mobil La Pamili jenis Inovva Luxury bahkan ikut jadi korban. Toko Elikas milik IPDA Heli Nuroso juga terbakar. Sedangkan Toko Talita Mas milik Daniel, terbakar satu ruang. Begitu juga dengan toko pakaian milik H Laraba, api hanya sempat menjilati sedikit bagian belakang bangunannya.

“Tidak ada yang tersisa. Hanya pakaian di badan saja. Kami panik, makanya tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujar Wa Daya, sembari melihat rumahnya yang sudah hangus terbakar. Kata dia, api pertama dilihat berasal pada bagian belakang mobil Innova yang terbakar itu. “Saya baru selesai shalat subuh. Saya dengar bunyi-bunyi alarm mobil. Pas saya buka pintu dan keluar rumah, ternyata api sudah membesar di mobil,”katanya.

Tidak memakan waktu yang lama, api langsung menjalar di rumah-rumah lain dan juga toko. “Saya hanya terbakar satu kamar saja. Tetapi semua dokumen dan gaji pegawai hangus terbakar,” ungkap Daniel, pemilik Toko Talita yang juga bendahara Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan, dan Ketahanan Pangan Muna.

Api menghanguskan seluruh isi ruko berlantai tiga milik IPDA Heli, meliputi onderdil motor dan mobil. Hanya beberapa ban mobil, oli dan tambung gas elpiji yang berhasil diselamatkan. Ruanga lain habis terbakar. Saat kejadian, para pemilik rumah dan tokoh tengah tertidur pulas. Mereka terbangun saat tahu rumahnya terbakar dan menyelamatkan diri. Untungnya tidak ada korban jiwa. Untuk memadamkan kobaran api yang begitu besar, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Muna dibantu satu unit water canon milik Polres diterjunkan. Api berhasil dijinakan nanti sekitar pukul 10.30 Wita kemarin. Atas kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Peristiwa pagi kemarin di sekitar alun-alun kota ini menambah panjang daftar kebakaran di Raha, dua pekan terakhir. Selain kebakaran, juga ada usaha pembakaran aset milik perorangan. Sebelumnya, pertengahan Mei lalu, sebuah mobil milik pejabat Diknas Muna, Kudus Muharam, dibakar orang tak dikenal sekira pukul 04.00 Wita, di Wamponiki.

Kemudian 16 Mei lalu, mobil milik Kasi Evaluasi dan Monitoring Muna, Jamzir Zibuka yang diparkir di jalan S.Goldaria dibakar orang tak dikenal, sekira pukul 03.00 wita. Sehari setelahnya, rumah Lurah Raha 1, Syahrir, di daerah Kontu, diduga dibakar orang tak dikenal. Termasuk kebakaran di Pasar Laiono, belum lama ini diduga karena terkait Pilkada.

Kapolres Muna, AKBP Yudith Satriyah melalui Kapolsek Katobu, AKP Muh. Ogen Sairi yang ditemui di lokasi mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. “Dari keterangan saksi-saksi, api bersumber dari mobil La Pamili,” katanya. Ia tak bisa memastikan apakah kejadian ini ada kaitanya dengan politik atau tidak.

Sementara itu, Sekda Muna, Nurdin Pamone juga terlihat memantau langsung petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Atas kejadian tersebut, Pemda kata dia sangat prihatin. Ia berharap agar masyarakat lebih waspada lagi dalam menjaga diri, rumah dan lingkungan.

Masih Lidik

Serangkaian aksi kekerasan dan tindak kriminalitas di Muna belakangan ini diduga akibat tingginya eskalasi politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU). Tentu saja ini menjadi ujian bagi Polri, apakah sanggup mengawal ketertiban hingga pelaksanaan PSU, 19 Juni termasuk saat penetapan Bupati/Wakil Bupati Muna terpilih.

Saat hal itu ditanyakan kepada Kapolda Sultra, Brigjend Agung Sabar Santoso, jenderal pengganti Arkian Lubis itu mengatakan bahwa Polri bisa mengatasi keamanan di Muna, sampai PSU selesai. “Kita bisa atasi kok (keamanan di Muna). Saat ini persoalan sebelumnya sedang kita lidik. Mudah-mudahan pelakunya segera kita ungkap,” kata Kapolda saat ditemui di sela-sela kunjungannya di Buton Selatan, kemarin.

Ia merasa prihatin dengan serangkaian kejadian di Kota Raha, termasuk terbakarnya tujuh bangunan, dini hari kemarin. Katanya, bila memang penyebabnya dari persoalan pribadi maka itu akan diungkap. “Kenapa terus terjadi kebakaran. Apakah, orang-orang yang bersangkutan ini punya masalah,” kata Kapolda. Sayangnya, ia tak bisa lama memberi penjelasan, kemarin. Ia sepertinya dikejar waktu untuk ke tempat lain. (gola/ahi)

To Top