UU Pilkada Hanya Kebutuhan Sesaat, Bukan Jangka Panjang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

UU Pilkada Hanya Kebutuhan Sesaat, Bukan Jangka Panjang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Revisi UU Pilkada resmi disahkan, namun masih banyak permasalahan terkait pemilihan yang belum diakomodir. Menurut Peneliti Formappi Lusius Karus, kalau lahirnya UU Pilkada masih didominasi oleh semangat pragmatisme DPR yang menginginkan kemudahan bagi mereka jika mengikuti kontestasi Pilkada. Walaupun banyak isu krusial sudah diakomodasi, beberapa hal masih tampak belum diatur serius oleh UU tersebut.

“Persoalan money politics memang sudah ada perubahan dengan menyerahkan kewenangan tambahan ke Bawaslu untuk memberi sanksi. Akan tetapi UU tidak mengatur dengan jelas soal kategori money politics seperti praktik mahar politik,” katanya di Jakarta, Jumat 3 Juni 2016.

Dia menegaskan sanksi money politics seharusnya bisa ke Parpol. Namun, hal itu tak secara tegas diatur. Padahal, mahar politik untuk parpol menjadi penyakit akut Pilkada selama ini.

“UU belum secara tegas menjamin gugatan hasil Pilkada menjangkau semua kecurangan yang secara substantif merusak Pilkada. Harusnya, ada kesempatan bagi para kandidat pada saat gugatan untuk menyampaikan bukti kecurangan yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, untuk kepentingan jangka pendek, UU Pilkada sekarang sudah bisa diterima, tetapi tidak untuk sebuah upaya pembangunan sistem pemilu jangka panjang. Revisi masih banyak berdasarkan kebutuhan-kebutuhan sesaat. (idr/fmc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top